internasional

Hamas Sebut Gencatan Senjata di Gaza Makin Dekat Jika Israel Penjajah Tak Lakukan Hal Ini

Rabu, 18 Desember 2024 | 18:03 WIB
Gerakan Hamas menyebut gencatan senjata di Gaza semakin dekat jika Israel penjajah tak lakukan hal ini. (hamasinfo.info)

SENAYANPOST - Gerakan Hamas memberikan sinyal gencatan senjata di Gaza semakin dekat.

Menurut Hamas, gencatan senjata akan tercapai jika Israel penjajah tidak terus-menerus menambahkan persyaratan baru.

Sebagaimana diketahui, beberapa minggu terakhir ini Hamas dan Israel intens membicarakan negosiasi gencatan senjata termasuk pertukaran tawanan.

Qatar yang sebelumnya menarik diri dari negosiasi akhirnya kembali berperan sebagai mediator.

Baca Juga: Israel Bakal Duduki Gunung Hermon di Dataran Tinggi Golan Suriah dalam Waktu Lama

"Gerakan Perlawanan Islam, Hamas, menegaskan bahwa mengingat diskusi serius dan positif yang berlangsung di Doha hari ini, di bawah naungan mediator Qatar dan Mesir, mencapai kesepakatan tentang gencatan senjata dan pertukaran tahanan adalah mungkin jika pendudukan berhenti menambahkan syarat baru," bunyi pernyataan resmi Hamas pada 17 Desember 2024, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.

Komentar tersebut menggemakan laporan dari hari Senin bahwa di antara faktor-faktor yang menyebabkan terobosan dalam pembicaraan yang berpusat di Kairo adalah gencatan senjata bulan lalu di Lebanon, yang memberikan cetak biru untuk gencatan senjata serupa di Gaza.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby juga mengatakan kepada Fox News pada hari Selasa bahwa kesepakatan itu semakin dekat.

"Kami percaya dan Israel telah mengatakan ini bahwa kami semakin dekat, dan tidak diragukan lagi, kami percaya itu," kata John Kirby.

Baca Juga: Israel Duduki Dataran Tinggi Golan Suriah, Bakal Bikin Pemukiman Ilegal Baru

Meskipun begitu, Amerika Serikat (AS) mengambil sikap hati-hati.

"Namun, kami juga berhati-hati dalam optimisme kami," imbuhnya.

"Kami pernah berada dalam posisi ini sebelumnya, di mana kami tidak mampu menyelesaikannya," imbuhnya.

Perang Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 45.000 orang, sebagian besar penduduk telah diusir dari rumah mereka beberapa kali, dan ratusan ribu orang terancam kelaparan.

Halaman:

Tags

Terkini