SENAYANPOST - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam keras ICC setelah pengadilan itu keluarkan Surat Penangkapan dirinya atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang terjadi di Jalur Gaza.
Tidak hanya itu, Netanyahu juga menyebut ICC sebagai antisemit usai dikeluarkannya surat penangkapan tersebut.
Diketahui, ICC sudah mengeluarkan surat penangkapan terhadap Netanyahu, kemudian mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, dan komandan Hamas Mohammed Deif.
Israel mengklaim bahwa Deif sudah tewas di Gaza. Namun Hamas tidak membenarkan dan membantah klaim tersebut.
Baca Juga: ICC Keluarkan Surat Penangkapan Benjamin Netanyahu, Yoav Gallant, dan Komandan Hamas Mohammed Deif
Oleh karena itu, ICC akan memastikan apakah Deif masih hidup atau tidak terkait kasus ini.
Diyakini bahwa Deif masih hidup dan memimpin perlawanan di Jalur Gaza.
"Israel menolak dengan jijik tindakan tidak masuk akal dan salah yang dilancarkan ICC kepadanya (Netanyahu)," bunyi pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri Israel pada 21 November 2024, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
Mereka menyatakan bahwa Netanyahu tidak akan menyerah pada tekanan dalam membela warga Israel.
Pengadilan yang berpusat di Den Haag itu mengatakan ada alasan yang masuk akal untuk percaya bahwa Netanyahu dan Gallant bertanggung jawab secara pidana atas kelaparan di Gaza dan penganiayaan terhadap warga Palestina setelah Israel melancarkan serangannya ke Jalur Gaza menyusul serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan.
Baca Juga: Ajudan Netanyahu Resmi Jadi Tersangka Kasus Kebocoran Informasi, Pindah Penjara Gegara Ini
Tidak ada komentar langsung dari Gallant, yang dipecat sebagai menteri pertahanan awal bulan ini setelah Netanyahu mengatakan dia telah kehilangan kepercayaan padanya atas pengelolaan operasi militer yang sedang berlangsung di Gaza dan Lebanon.
Namun dalam sebuah pertunjukan persatuan yang langka, musuh-musuh Netanyahu yang keras bergabung dengan sekutu-sekutu pemerintah untuk mengecam pengadilan karena mengupayakan penangkapan keduanya, dengan mengatakan bahwa kesalahan atas perang tersebut, yang telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza dan menewaskan puluhan ribu orang, terletak pada kelompok militan Hamas.
"Surat perintah penangkapan ICC merupakan tanda aib bukan bagi para pemimpin Israel, tetapi bagi ICC sendiri, dan para anggotanya," tulis mantan Perdana Menteri Naftali Bennett di X.