"Pasukan Israel benar-benar menyerbu rumah-rumah, mengusir orang-orang dan juga memaksa mereka mengungsi dan meninggalkan rumah mereka," koresponden Al Jazeera di Deir el-Balah melaporkan pada hari Sabtu.
Baca Juga: Imam Besar Al Azhar Sampaikan Duka Cita Atas Syahidnya Yahya Sinwar
"Kita berbicara tentang 200.000 warga Palestina di daerah-daerah tersebut. Kementerian Kesehatan mengatakan mereka tidak dapat menghitung mereka yang tewas atau terluka karena tingginya jumlah korban," lanjutnya.
"Tidak ada internet, dan itulah mengapa sangat sulit untuk mengetahui apa yang sedang terjadi, tetapi kita tahu bahwa serangan udara belum berhenti," koresponden itu menambahkan.
Pada hari Jumat, Israel memberlakukan pemadaman komunikasi di seluruh Gaza utara.
Sementara perang genosida terus berlanjut, ketiga rumah sakit di Gaza utara telah berhenti beroperasi karena pengepungan Israel.
"Kami tidak dapat menghitung jumlah mereka yang tewas. Jumlahnya mengerikan," kata pejabat kesehatan.
Rumah sakit Indonesia, Al-Awda dan Kamal Adwan di Gaza utara telah diserang tanpa henti oleh pasukan Israel.***