SENAYANPOST - RS Indonesia di Beit Lahia, Gaza Utara saat ini tengah menghadapi bombardir tentara Israel penjajah sejak Jumat malam, 18 Oktober 2024.
Direktur RS Indonesia, Dr Marwan Al Sultan mengabarkan kondisi rumah sakit yang dibangun oleh donasi rakyat Indonesia itu.
Dr Marwan mengatakan bahwa tentara Israel menyerang lantai dua dan tiga RS Indonesia.
"Sejak tengah malam, RS Indonesia diserang oleh pasukan Israel dan mereka menyerang lantai dua dan tiga," kata Marwan Al Sultan pada 19 Oktober 2024, dikutip SenayanPost.com dari Instagram @mercindonesia.
Baca Juga: Terkonfirmasi, Yahya Sinwar Kepala Biro Politik Hamas Gugur di Medan Perang
Sejauh ini, RS Indonesia terdapat 40 orang pasien dan di antaranya ada yang mengalami kondisi kritis.
"Sekarang kami memiliki 40 pasien dan setengah dari mereka adalah pasien yang terluka, ada beberapa dari pasien yang sangat serius dan mereka membutuhkan oksigen," terangnya.
Dr Marwan mengungkapkan pula bahwa listrik sudah mati sejak malam dan belum bisa diperbaiki karena situasinya sangat mencekam.
"Jadi listrik, lampu mati sejak tengah malam dan staf medis tidak bisa membuat generator menyala karena banyak serangan dan sangat berbahaya," ujarnya.
Baca Juga: Detik-detik Syahidnya Yahya Sinwar versi Israel, Sempat Lempar Tongkat ke Arah Drone Penjajah
Dalam kesempatan itu, Dr Marwan mengajak masyarakat Indonesia dan internasional agar bisa menghentikan serangan ke rumah sakit.
Sebagaimana diketahui, rumah sakit adalah zona netral dan dilindungi oleh hukum humaniter internasional.
"Jadi kami memanggil Anda untuk membuat staf medis dan rumah sakit aman," harapnya.
Ia berharap pengepungan di Gaza Utara segera berakhir yang kini sudah berlangsung selama 13 hari.