SENAYANPOST - Gerakan Perlawanan Hamas melalui Dr Khalil Al Hayya akhirnya mengonfirmasi gugurnya Yahya Sinwar, Kepala Biro Politik di Gaza belum lama ini.
Yahya Sinwar ditunjuk sebagai Kepala Biro Politik menggantikan Ismail Haniyeh yang sebelumnya dibunuh oleh diduga kuat Israel di Teheran, Iran.
Sebelumnya, Israel penjajah mengumumkan Yahya Sinwar tewas akibat baku tembak di Tal Al Sultan, Jalur Gaza.
"Dengan segala arti keluhuran, kebanggaan, kehormatan dan martabat, Gerakan Perlawanan Islam Hamas berduka atas rakyat Palestina, seluruh bangsa kita, dan rakyat bebas di dunia, salah satu orang paling mulia dan paling berani, orang yang mengabdikan hidupnya untuk Palestina, dan menyerahkan jiwanya demi Tuhan dalam perjalanan menuju pembebasannya. Dia percaya kepada Tuhan, maka Tuhan pun mempercayainya, dan memilih dia sebagai syahid," bunyi rilis Hamas pada 18 Oktober 2024, dikutip SenayanPost.com.
Baca Juga: Detik-detik Syahidnya Yahya Sinwar versi Israel, Sempat Lempar Tongkat ke Arah Drone Penjajah
Selain menjadi Kepala Biro Politik, Yahya Sinwar merupakan arsitek operasi Banjir Al Aqsa yang dimulai pada 7 Oktober 2023.
"Kami berduka atas pemimpin besar bangsa, saudara Mujahid, syahidnya Yahya Al Sinwar (Abu Ibrahim). Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dan komandan Pertempuran Banjir Al Aqsa," lanjut pernyataan tersebut.
Berbeda dengan klaim Israel penjajah yang menyebutkan bahwa Sinwar selalu bersembunyi di terowongan bawah tanah dan menjadikan sandera Israel sebagai tameng.
"Dia bangkit sebagai pahlawan sebagai seorang syahid, maju tanpa mundur, menghunus senjatanya, bentrok dan menghadapi tentara pendudukan di barisan depan, bergerak di antara semua posisi tempur, tabah dan ditempatkan dengan kokoh di tanah kebanggaan Gaza, membela Gaza, tanah Palestina dan kesuciannya, serta menginspirasi dalam mengobarkan semangat ketabahan, kesabaran, ketenangan dan perlawanan," ungkapnya.
Baca Juga: Israel Terus Bombardir Sekolah UNRWA di Gaza Utara, 22 Warga Palestina Syahid
"Pemimpin syahid Yahya Sinwar merupakan kelanjutan dari kafilah para pemimpin syahid besar yang mengikuti jejak para syahid pendiri, mujahid Ahmed Yassin, Dr. Abdul Aziz Al Rantisi, Al Maqadma, Abu Shanab, Jamal Mansour, Jamal Salim, pemimpin syahid Ismail Haniyeh, wakilnya Syekh Saleh Al Arouri, dan kafilah syuhada dari seluruh pemimpin dan putra bangsa dan bangsa kami,"
Khalil Al Hayya yang menyampaikan berita ini menegaskan bahwa Perlawanan Palestina akan terus berjalan.
"Kami menegaskan bahwa darah ini akan terus menerangi jalan bagi kami. dan merupakan motivasi untuk ketabahan dan ketabahan yang lebih besar, dan gerakan Hamas akan terus berlanjut seiring dengan era para pemimpin pendiri dan para syuhada hingga aspirasi rakyat kita untuk pembebasan menyeluruh, kembalinya, dan berdirinya negara Palestina di seluruh wilayah nasional Palestina. dengan Yerusalem sebagai ibukotanya tercapai, Insya Allah, dan itu akan menjadi kutukan bagi penjajah dan penjajah yang datang ke bumi ini," jelasnya.***