SENAYANPOST - Satu tahun genosida di Gaza, Otoritas Palestina kini menjadi sorotan dunia.
Tidak sedikit yang berharap Otoritas Palestina menjadi garda terdepan untuk melindungi rakyatnya yang kini sedang menjadi korban kebrutalan Israel penjajah, baik di Gaza dan Tepi Barat.
Dalam sidang Majelis Umum PBB, Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas mengutuk perang Israel selama setahun di Gaza, serangan yang terus-menerus dan perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat.
Namun bagi banyak warga Palestina, yang masih terguncang oleh tahun paling mematikan dalam sejarah panjang kekerasan, kata-kata Abbas di PBB terasa basi dan tidak relevan.
Baca Juga: Biadab! Israel Penjajah Serang RS Syuhada Al Aqsa hingga Bakar Hidup-hidup Warga Palestina
Sementara Otoritas Palestina 'hanya basa-basi' tentang tragedi yang dihadapi warga Palestina, mereka juga terus menjalankan perannya sebagai 'subkontraktor' pendudukan Israel dengan menekan protes dan perlawanan di Tepi Barat menurut Yara Hawari, salah satu direktur lembaga pemikir Palestina Al Shabaka.
"Sejak awal genosida di Gaza, Otoritas Palestina tidak pernah muncul, hanya memberikan beberapa komentar di sana-sini, atau pernyataan yang tidak ada gunanya," kata Yara Hawari pada 16 Oktober 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera.
"Namun, tidak ada tindakan konkret untuk mendukung warga Palestina di Gaza," tambahnya.
Sam Bahour, seorang pengusaha Palestina Amerika yang tinggal di Tepi Barat, setuju, dan mengatakan bahwa sebagian besar warga Palestina merasa Otoritas Palestina, dan kepemimpinan politik Palestina secara lebih luas, sebagian besar 'tidak beraksi'.
"Tanggal 7 Oktober tidak mengubah cara kerja kepemimpinan Palestina," kata Sam Bahour.
"Mereka hanya memperparah keadaan," imbuhnya.
"Modus mereka dulu dan sekarang tidak ada, tidak ada di Palestina, tidak ada secara politik, dan tidak ada dalam kehidupan sehari-hari warga Palestina," jelasnya.
Menurutnya, apa yang dilakukan Otoritas Palestina sejauh ini belum bisa membawa perubahan signifikan terhadap realita penjajahan yang sudah berlangsung selama 76 tahun.