Sebagaimana diketahui, dua prajurit TNI yang merupakan bagian dari pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dikabarkan mengalami luka usai diserang tentara Israel di Lebanon Selatan.
"Eskalasi terkini di sepanjang Garis Biru menyebabkan kerusakan luas di kota-kota dan desa-desa di Lebanon selatan, sementara roket terus diluncurkan ke Israel, termasuk wilayah sipil," bunyi pernyataan pada 10 Oktober 2024 dikutip SenayanPost.com dari situs resmi UNIFIL.
UNIFIL juga mengonfirmasi bahwa terjadi bentrokan antara tentara Israel dan Hizbullah di wilayah tersebut.
"Dalam beberapa hari terakhir, kita telah melihat serangan dari Israel ke Lebanon di Naqoura dan wilayah lainnya. Tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah bentrok dengan elemen Hizbullah di darat di Lebanon," lanjutnya.
Tidak hanya itu, markas UNIFIL di Naqoura berkali-kali mendapat serangan.
"Markas besar UNIFIL Naqoura dan posisi-posisi di dekatnya telah berulang kali diserang," jelasnya.
Dua pasukan penjaga perdamaian yang diketahui juga prajurit TNI tersebut ditembak oleh tank Merkava Israel hingga keduanya jatuh.
"Pagi ini, dua pasukan penjaga perdamaian terluka setelah tank IDF Merkava menembakkan senjatanya ke menara observasi di markas besar UNIFIL di Naqoura, langsung mengenainya dan menyebabkan mereka jatuh," ungkap.
Kedua prajurit tersebut kini sedang dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
"Untungnya, kali ini, luka-luka mereka tidak serius, tetapi mereka tetap dirawat di rumah sakit," tutup pernyataan resmi dari UNIFIL.***