internasional

Hizbullah Kirim Rudal Balistik ke Israel, Targetkan Markas Mossad di Tel Aviv

Kamis, 26 September 2024 | 10:49 WIB
Ilustrasi, Hizbullah, kelompok perlawanan Lebanon kirim rudal balistik ke Israel penjajah targetkan markas Mossad. (Pixabay.com/StockSnap)

SENAYANPOST - Kelompok perlawanan Lebanon, Hizbullah kirim rudal balistik ke markas Mossad di Tel Aviv, Israel belum lama ini.

Untuk pertama kalinya, Hizbullah menggunakan rudal balistik pada 25 September 2024 yang menghantal markas bejar intelijen Israel di Tel Aviv itu.

Pangkalan yang ditargetkan adalah tempat serangan teror pager Israel terhadap Lebanon bermula dan tempat pembunuhan para pemimpin dan komandan perlawanan direncanakan, menurut pernyataan Hizbullah yang dirilis pada Rabu pagi.

"Untuk mendukung rakyat Palestina yang teguh di Jalur Gaza, dan untuk mendukung perlawanan mereka yang gagah berani dan terhormat, dan untuk membela Lebanon dan rakyatnya, Perlawanan Islam meluncurkan rudal balistik Qader 1 pada Rabu pagi, 25 September 2024, pukul 6.30, yang menargetkan markas besar Mossad di pinggiran kota Tel Aviv, yang merupakan markas besar yang bertanggung jawab atas pembunuhan para pemimpin dan meledakkan pager dan perangkat nirkabel," bunyi pernyataan resmi Hizbullah pada 25 September 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.

Baca Juga: Israel Penjajah Kirim 88 Jenazah Membusuk ke Gaza, Kemenkes Palestina Tuntut Penjelasan

Sirene dibunyikan di Tel Aviv dan daerah sekitarnya.

Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pertahanan udaranya berhasil mencegat rudal tersebut. Militer juga mengklaim peluncur yang digunakan untuk menembakkan rudal di Lebanon telah diserang.

Sistem David's Sling dilaporkan digunakan untuk menjatuhkan rudal tersebut.

Tidak ada laporan tentang cedera atau kerusakan setelah serangan Hizbullah.

Perlawanan Lebanon, hingga saat ini, menahan diri untuk tidak menggunakan rudal balistik dan rudal berpemandu presisi dan secara bertahap meningkatkan operasinya untuk menghindari pecahnya perang habis-habisan.

Baca Juga: Hamas Bantah Tudingan Israel, Sebut Pembantaian Al Mawasi Pembersihan Etnis

Seorang komandan pertahanan udara Israel yang tidak disebutkan namanya menulis di surat kabar berbahasa Ibrani Israel Hayom pada tanggal 24 September bahwa situasi belum mencapai 'titik kritis'.

Hizbullah belum menggunakan rudal tercanggihnya, dan kedua belah pihak telah membatasi kedalaman serangan mereka, kata komandan tersebut.

Ia menambahkan bahwa perang total tidak akan terjadi sampai Hizbullah memutuskan untuk menyerang wilayah yang lebih dalam, termasuk wilayah Tel Aviv dan infrastruktur penting di dekat Hadera, dan sampai Israel memperluas serangannya ke ibu kota Lebanon.

Halaman:

Tags

Terkini