internasional

Sadis, Mossad Diduga Pasang Ribuan Bom Pager yang Digunakan Hizbullah

Rabu, 18 September 2024 | 19:12 WIB
Sisa pager milik Hizbullah yang meledak,. buatan Gold Apollo Taiwan. (X)

SENAYANPOST - Mossad alias Badan Intelijen Israel dilaporkan menjadi pihak dibalik meledaknya ribuan bom pager, yang terjadi di Lebanon.

Seperti dikutip dari Reuters, Mossad telah menanam bom dengan daya ledak kecil, pada 5000 penyeranta alias pager yang dipesan Hizbullah beberapa bulan lalu.

Sumber keamanan senior Lebanon itu mengidentifikasi foto model pager, AP924, yang seperti pager lainnya secara nirkabel menerima dan menampilkan pesan teks tetapi tidak dapat melakukan panggilan telepon.

Pager tersebut berasal dari Gold Apollo, yang berkantor pusat di Taiwan.

Baca Juga: Pesan Yahya Sinwar Kepala Biro Politik Hamas ke Hizbullah, Tegaskan Posisi Perlawanan Palestina

Namun, perusahaan tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka tidak memproduksi perangkat tersebut.

Dikatakan bahwa perangkat tersebut dibuat oleh sebuah perusahaan bernama BAC yang memiliki lisensi untuk menggunakan mereknya.

Gold Apollo mengatakan, dalam sebuah pernyataan bahwa model AR-924 diproduksi dan dijual oleh BAC.

"Kami hanya memberikan otorisasi merek dagang dan tidak terlibat dalam desain atau pembuatan produk ini," kata pernyataan itu.

Baca Juga: Wartawan Israel Sebut IDF Tak Siap Perang Besar Lawan Lebanon

Sementara itu menurut Hsu Ching-Kuang, Pendiri Gold Apollo mengatakan, pager yang digunakan dalam ledakan itu dibuat oleh sebuah perusahaan di Eropa yang memiliki hak untuk menggunakan merek perusahaan itu, yang namanya belum dapat ia konfirmasikan.

Dalam sebuah pernyataan, perusahaan itu menyebut BAC sebagai perusahaan itu, tetapi Hsu menolak berkomentar mengenai lokasinya.

"Produk itu bukan milik kami. Hanya saja ada merek kami di sana," kata Hsu.

Ledakan pager itu terjadi, saat meningkatnya kekhawatiran tentang ketegangan antara Israel dan Hizbullah, yang telah terlibat dalam perang lintas perbatasan sejak konflik Gaza meletus Oktober lalu.

Halaman:

Tags

Terkini