internasional

Pemukim Ilegal Israel Frustasi dengan Netanyahu, Tuntut Mengundurkan Diri atau Mati

Minggu, 18 Agustus 2024 | 22:02 WIB
Ilustrasi, demonstran yang merupakan pemukim ilegal Israel tuntut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengundurkan diri atau mati. (Pixabay.com/BruceEmmerling)
 

SENAYANPOST - Pemukim ilegal Israel luapkan rasa frustasi di mana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu belum saja mengevakuasi ratusan warganya di Jalur Gaza.

Diketahui, pemukim ilegal yang berdemonstrasi itu menuntut agar Netanyahu segera memulangkan anggota keluarganya yang disandera oleh pejuang Perlawanan Palestina di Jalur Gaza.

Tidak hanya itu, para pemukim ilegal yang mewakili keluarga para sandera itu mendesak agar Netanyahu mengundurkan diri atau mati.

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Mayadeen English, keluarga tawanan Israel yang ditahan di Jalur Gaza berdemonstrasi pada Sabtu malam, mendesak pemerintah untuk menyelesaikan pertukaran tahanan.

Baca Juga: Hari ke-317 Genosida: Israel Penjajah Masih Bombardir Jalur Gaza, Sisakan 11 Persen Zona Aman

Mereka mengkritik persyaratan Netanyahu, dengan mengklaim bahwa mereka menghalangi kesepakatan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang dibacakan di luar Kementerian Keamanan di Tel Aviv, keluarga tersebut menekankan bahwa Israel menghadapi persimpangan jalan yang kritis, kesepakatan atau eskalasi.

Pada saat yang sama, protes terjadi di wilayah Palestina yang diduduki utara, di Haifa dan Karmiel, di mana para demonstran juga menyerukan pertukaran tahanan.

Baru-baru ini, sebuah komite yang mewakili keluarga tersebut menuduh Menteri Kepolisian Israel Itamar Ben Gvir berulang kali menyabotase kesepakatan pertukaran tersebut.

Baca Juga: Hamas Bantah Tudingan Israel Penjajah Terkait Pembantaian di Sekolah Al Tabiin Gaza

Mereka mengkritik pengabaian para tawanan sejak pecahnya perang pada 7 Oktober.

Pemimpin oposisi Israel Benny Gantz memperingatkan bahwa para tawanan yang ditahan oleh Perlawanan Palestina tidak punya waktu lagi.

Pejabat keamanan dan intelijen Israel baru-baru ini memberi tahu Netanyahu bahwa waktu untuk mencapai kesepakatan hampir habis, memberinya dokumen tertulis selama pertemuan hari Kamis untuk mempersiapkan serangan potensial terhadap Israel.

Mereka memperingatkan bahwa penundaan dan posisi keras kepala dalam negosiasi dapat mengorbankan nyawa para tahanan (tawanan).

Baca Juga: Israel Penjajah Klaim Tewaskan 19 Teroris di Sekolah Al Tabiin, 100 Orang Lebih Warga Gaza Syahid

Halaman:

Tags

Terkini