SENAYANPOST - Salah satu gerakan Perlawanan Palestina, Hamas mendesak Israel penjajah untuk menetapkan posisinya dalam gencatan senjata di Gaza belum lama ini.
Meskipun gencatan senjata di Gaza sudah diloloskan oleh Dewan Keamanan PBB dan AS, Israel masih belum mengeluarkan pernyataan resmi atau sikap terhadap usulan ini.
Kenyataannya, meskipun AS dan Hamas sudah menyetujui proposal gencatan senjata tersebut, Israel masih membombardir Gaza dengan intensitas lebih rendah.
Baca Juga: Menlu AS Antony Blinken Sebut Hamas Ajukan Revisi Gencatan Senjata di Gaza
Pejabat senior Hamas, Osama Hamdan mengatakan bahwa saat ini gerakan Perlawanan membutuhkan respons Israel setelah 250 hari lebih perang berlangsung.
"Kita memerlukan posisi yang jelas dari Israel untuk menerima gencatan senjata, penarikan penuh dari Gaza, dan membiarkan Palestina menentukan masa depan mereka sendiri," kata Osama Hamdan pada 14 Juni 2024, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.
Dalam kesempatan itu juga Hamdan membantah para sandera mengalami kelaparan dan penyakit mental.
Baca Juga: Hamas dan Jihad Islam Palestina Sampaikan Tanggapan Gencatan Senjata di Gaza kepada Mediator
"Saya yakin jika mereka memiliki masalah mental, ini karena apa yang telah dilakukan Israel di Gaza," lanjutnya.
Pernyataan Hamdan ini menanggapi sejumlah klaim dokter di Israel setelah memeriksa empat sandera yang selamat baru-baru ini.
Para dokter yang memeriksa tersebut mengatakan bahwa mereka dipukuli hampir setiap hari dan menderita gizi buruk.
Baca Juga: Hamas Ungkap Tiga Sandera Tewas dalam Pembantaian Nuseirat, Salah Satunya Warga AS
Status para sandera yang tersisa merupakan topik utama dalam perundingan mengenai kemungkinan kesepakatan antara Israel dan kelompok Perlawanan Palestina.
Hamas menolak memberikan daftar sandera yang masih hidup, dan hanya secara sporadis memberikan tanda-tanda kehidupan beberapa sandera, terutama untuk tujuan propaganda.