internasional

Hamas Ungkap Tiga Sandera Tewas dalam Pembantaian Nuseirat, Salah Satunya Warga AS

Senin, 10 Juni 2024 | 17:08 WIB
Sayap militer Hamas, Brigade Al Qassam umumkan tiga sandera yang tewas dalam pembantaian Nuseirat, salah satunya warga AS. (t.me/qassambrigades)

SENAYANPOST - Sayap militer Hamas, Brigade Al Qassam umumkan tiga sandera yang tewas dalam pembantaian Nuseirat, Gaza baru-baru ini.

Pengumuman sayap militer Hamas tersebut disampaikan usai pembantaian Nuseirat di Gaza yang merupakan operasi militer Israel dan Amerika Serikat (AS) untuk menyelamatkan empat sandera lainnya.

Brigade Al Qassam juga mengungkapkan bahwa salah satu sandera yang tewas merupakan warga negara AS.

Dalam rilis tersebut, Brigade Al Qassam tidak mengungkapkan nama-nama dari sandera yang tewas namun hanya menunjukkan foto wajah yang diblur.

Baca Juga: Upaya AS Gagalkan Rencana Arab Bentuk Negara Palestina Berdaulat

"Tawanan Anda tidak akan dibebaskan kecuali tahanan kami dibebaskan," tulis pernyataan dalam video tersebut pada 9 Juni 2024, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.

Pada hari Sabtu, tentara Israel mengatakan pihaknya menargetkan 'infrastruktur teroris di daerah Nuseirat', di utara kota Deir al-Balah, ketika pasukan khusus Israel membebaskan empat sandera di daerah yang sama.

Operasi tersebut menyebabkan tiga pria dan seorang wanita yang diculik di festival musik Nova dibawa kembali ke Israel.

Mereka bernama Noa Argamani (25), Almog Meir Jan (21), Andrey Kozlov (27), dan Shlomi Ziv (40).

Baca Juga: مديرة عامة شركة بيرتامينا للبترول تشيد الأستاذ هيندروبريونو الذي بنى قصر ماجافاحيت جاكرتا نسخة طبق الأصل من عظمة الأمة الإندونيسية

Sementara warga Israel merayakan kembalinya para sandera, warga Palestina berduka karena jumlah korban tewas mencapai 274 orang, dan lebih dari 400 orang terluka.

"Pendudukan telah memusnahkan kamp pengungsi Nuseirat. Warga sipil yang tidak bersalah dan tidak bersenjata dibom di rumah mereka. Saya belum pernah melihat hal seperti ini. Ini adalah bencana," kata warga setempat, Nidal Abdo kepada wartawan.

"Saya datang dari kamp ke sini di rumah sakit dengan berjalan kaki. Saya tidak bisa menjelaskan bagaimana kami melarikan diri. Saya melihat anak-anak mati dan bagian tubuh berserakan saat kami melarikan diri. Tidak ada yang bisa membantu mereka. Saya melihat seorang lelaki tua dibunuh dengan kereta yang ditarik binatang. Nuseirat sedang dimusnahkan. Itu adalah neraka," ujarnya.

Tak lama setelah berita mengenai operasi tersebut tersiar, Hamas mengatakan pasukan Israel telah membunuh beberapa tawanan, tanpa memberikan bukti apa pun, dan memperingatkan bahwa kondisi para tawanan yang tersisa akan memburuk setelah serangan itu.

Halaman:

Tags

Terkini