internasional

Netanyahu Diduga Halangi Penyelidikan Serangan Hamas 7 Oktober 2023, Ada Apa?

Selasa, 4 Juni 2024 | 15:02 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diduga menghalangi penyelidikan serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober 2023. (Twitter.com/@IsraeliPM)

SENAYANPOST - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu diduga menghalang-halangi penyelidikan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Dugaan menghalangi penyelidikan yang dilakukan oleh Netanyahu ini diungkap oleh surat kabar Israel Haaretz belum lama ini.

Surat kabar tersebut mengungkapkan bahwa Netanyahu berusaha untuk mencabut kewenangan dalam penunjukkan anggota komite terkait kasus serangan 7 Oktober 2023 yang dilakukan oleh Hamas.

"Netanyahu berupaya mencabut kewenangan penunjukan anggota komite dari presiden Mahkamah Agung Israel," ungkap laporan tersebut pada 2 Juni 2024, dikutip SenayanPost.com dari TRT World.

Baca Juga: 2 Menteri Israel Ini Ancam Gulingkan Netanyahu Jika Terima Proposal Gencatan Senjata di Gaza

Nampaknya Perdana Menteri Israel itu tidak ingin hakim memimpin investigasi tersebut.

"Netanyahu tidak ingin hakim memimpin komite investigasi atas peristiwa 7 Oktober," lanjutnya.

Penasihat keamanan nasional Netanyahu, Tzachi Hanegbi, mengatakan Minggu pagi bahwa komite penyelidikan akan bertujuan untuk mengakhiri pemerintahan sayap kanan di Israel, menurut surat kabar Yedioth Ahronoth.

Surat kabar itu, mengutip seorang pejabat di kantor Netanyahu, mengatakan perdana menteri Israel 'tidak mempercayai hakim, takut mereka akan membalasnya karena reformasi hukum', yang telah memicu protes selama berbulan-bulan di Israel.

Baca Juga: Israel Penjajah Tolak Usulan Gencatan Senjata di Gaza dari AS, Benjamin Netanyahu Ingin Singkirkan Hamas

Komisi Penyelidikan Negara

Pada tanggal 26 April, Menteri Kabinet Perang Israel Benny Gantz mengusulkan pembentukan komisi penyelidikan negara atas peristiwa 7 Oktober dan perang Israel berikutnya di Gaza.

Lebih dari 36.400 warga Palestina telah tewas di Gaza dalam serangan mematikan Israel di Gaza sejak 7 Oktober lalu menyusul serangan yang dipimpin Hamas.

Mayoritas dari mereka yang tewas adalah wanita dan anak-anak, dengan lebih dari 82.600 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

Halaman:

Tags

Terkini