internasional

Pidato Terbaru Abu Ubaidah, Juru Bicara Militer Hamas Sebut Israel Gagal Capai Apa pun dalam 200 Hari

Rabu, 24 April 2024 | 11:20 WIB
Abu Ubaidah juru bicara sayap militer Hamas mengatakan Israel tidak mencapai tujuan apa pun dalam 200 hari genosida di Gaza. (t.me/qassambrigades)

SENAYANPOST - Juru bicara militer Hamas, Abu Ubaidah mengatakan bahwa Israel gagal mencapai apa pun setelah 200 hari genosida di Gaza.

Dalam pidato terbarunya, Abu Ubaidah menegaskan bahwa Perlawanan Palestina tetap teguh melawan penjajah Israel.

Abu Ubaidah juga menjelaskan bahwa penjajah Israel saat ini sedang meyakinkan dunia bahwa Perlawanan Palestina telah lenyap.

"200 hari dan perlawanan kami di Gaza sekuat pegunungan Palestina," kata Abu Ubaidah dalam pidatonya yang disampaikan pada 23 April 2024.

Baca Juga: 200 Hari Genosida di Gaza, AS Sebut Hamas Ubah Tujuan Negosiasi Gencatan Senjata

Juru bicara Brigade Al Qassam juga menegaskan bahwa apa yang disampaikan penjajah Israel terkait kondisi Perlawanan Palestina saat ini adalah kebohongan besar.

"Pasukan pendudukan berusaha meyakinkan dunia bahwa mereka telah melenyapkan semua faksi perlawanan, dan ini adalah kebohongan besar… Musuh tidak mampu, dalam 200 hari, untuk mencapai apa pun selain pembantaian massal, penghancuran, dan pembunuhan. Musuh masih terjebak di pasir Gaza, dan yang akan dituainya hanyalah lebih banyak kemarahan, balas dendam, dan aib," ujarnya.

Abu Ubaidah juga menyampaikan pesan khusus kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

"Kematian Anda, akhir dari pendudukan Anda, dan kejatuhan Anda adalah takdir Anda, dan tangisan Anda di depan dunia tidak akan membantu mengubah citra Anda," tegasnya.

Baca Juga: Usai Temui Pimpinan Hamas, Presiden Erdogan Serukan Persatuan Palestina

Sayap militer Hamas, Brigade Al Qassam, dan beberapa faksi perlawanan lainnya, termasuk Brigade Martir Al Aqsa dan Brigade Quds dari gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), tetap bertahan di Jalur Gaza dan terlibat dalam operasi melawan pasukan Israel.

Meskipun demikian, Israel mengklaim bahwa Rafah paling selatan adalah benteng terakhir Hamas dan merencanakan serangan dahsyat terhadap kota yang sangat padat penduduknya.

Dalam pidatonya, Abu Ubaidah memuji beberapa front yang dibuka untuk mendukung perlawanan di Gaza pada awal perang pada bulan Oktober.

"Kami menghargai setiap upaya militer dan rakyat terhadap Badai Al Aqsa, terutama di garis depan pertempuran di Lebanon, Yaman, dan Irak," katanya.

Halaman:

Tags

Terkini