Mereka menyebut insiden tersebut sebagai serangan yang dilakukan oleh 'penyusup', bukan oleh Israel, sehingga tidak perlu adanya pembalasan.
Amirabdollahian memperingatkan bahwa jika Israel membalas dan bertindak melawan kepentingan Iran, tanggapan Teheran selanjutnya akan segera dan maksimal.
"Tetapi kalau tidak, maka selesailah. Kita simpulkan," ujarnya.
Serangan tersebut tampaknya menargetkan pangkalan Angkatan Udara Iran di dekat kota Isfahan, jauh di dalam negara tersebut, namun tanpa menyerang lokasi strategis atau menyebabkan kerusakan besar.
Israel tidak mengatakan apa pun tentang insiden tersebut.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan AS tidak terlibat dalam operasi ofensif apa pun, sementara Gedung Putih mengatakan pihaknya tidak berkomentar.***