internasional

Qatar Ungkap Perkembangan Terkini Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza, Israel Jadi Penghalang Terbesar?

Jumat, 19 April 2024 | 17:20 WIB
Qatar ungkap proses negosiasi gencatan senjata di Gaza yang berlangsung alot antara Hamas dan Israel dalam enam bulan terakhir. (Twitter.com/@UNRWA)

SENAYANPOST - Qatar ungkap perkembangan terkini negosiasi gencatan senjata di Gaza dalam enam bulan terakhir ini.

Qatar lewat Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan bahwa negosiasi gencatan senjata di Gaza antara Hamas dan Zionis berlangsung alot.

Lebih lanjut, Al Thani mengatakan bahwa negosiasi antara Israel dan Hamas itu saat ini memasuki fase yang sulit.

"Sayangnya, negosiasi berjalan maju dan terhenti," kata Al Thani pada 17 April 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.

"Kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi keterpurukan ini, bergerak maju, mengakhiri penderitaan yang diderita masyarakat di Gaza, dan pada saat yang sama memulihkan tahanan," lanjutnya.

Baca Juga: Usai Dewan Keamanan PBB Loloskan Resolusi Gencatan Senjata di Gaza, Hamas Bakal Temui Pejabat Tinggi Iran

Perdana Menteri Qatar menekankan bahwa upaya sedang dilakukan untuk mengatasi hambatan sebanyak mungkin tanpa merinci lebih lanjut.

Dia juga menyuarakan kecaman Qatar atas penerapan hukuman kolektif yang terus menerus dilakukan Israel terhadap warga sipil di Gaza.

Komentar Thani muncul setelah seorang pejabat AS yang mengetahui negosiasi gencatan senjata mengatakan kepada Wall Street Journal (WSJ) bahwa dia 'tidak optimis' mengenai solusi gencatan senjata yang diusulkan oleh AS.

"Sejujurnya, kami tidak optimis," kata salah satu pejabat tersebut.

AS mengajukan rencana yang menyerukan gencatan senjata enam minggu di Gaza, yang akan menyerukan Hamas untuk membebaskan 40 dari sekitar 100 tawanan Israel dan Israel untuk membebaskan 900 tahanan Palestina, 100 di antaranya menjalani hukuman yang lama berdasarkan tuduhan tuduhan terkait terorisme.

Baca Juga: Dewan Keamanan PBB Adopsi Resolusi Gencatan Senjata Segera di Gaza, AS Pilih Abstain

Para mediator mengatakan bahwa Israel dan Hamas terus berbeda pendapat mengenai dasar-dasar perjanjian gencatan senjata, termasuk warga Palestina yang bisa kembali ke rumah mereka di Gaza utara, identitas tahanan Palestina yang akan dibebaskan, dan apakah perjanjian enam minggu itu bisa bersifat permanen.

Anggota Biro Politik Hamas, Izzat al-Rishq, sebelumnya mengatakan bahwa gencatan senjata permanen adalah satu-satunya jaminan untuk melindungi rakyat kami dan menghentikan pertumpahan darah dan pembantaian.

Halaman:

Tags

Terkini