Sebagaimana diketahui, saat ini warga Gaza terancam oleh kelaparan akut seperti yang dilaporkan oleh PBB.
Oleh karena itu, perlu dilakukan gencatan senjata secara permanen agar bantuan kemanusiaan bisa masuk lebih leluasa ke wilayah kantong tersebut.
Sayangnya, usulan gencatan senjata yang diusulkan oleh AS diveto oleh Rusia dan China.
Kedua negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB tersebut berpendapat bahwa usulan AS tersebut hanya gencatan senjata sementara dan seolah-olah memberikan lampu hijau kepada negara Zionis Israel untuk melakukan invasi darat ke Rafah.
Baca Juga: Begini Kalau Israel Bikin Motor Listrik
"Semua keterbatasan mengerikan yang kalian saksikan terjadi pada kami, sejatinya itu pula yang dirasakan keluarga kalian yang tertawan," tutup video dari Hamas terkait kondisi tawanan yang belum lama ini tewas.***