SENAYANPOST - Bulan suci Ramadhan tiba, warga Palestina di Tepi Barat dipukuli sekaligus dicegah tentara penjajah Israel memasuki kompleks Masjid Al Aqsa.
Dalam rekaman video yang viral di media sosial, terlihat warga Palestina di Tepi Barat yang dihadang oleh tentara penjajah Israel untuk melaksakanan salat di Masjid Al Aqsa yang diberkahi.
Terlihat petugas polisi bersenjata Israel yang memukuli warga Palestina di jalan-jalan Kota Tua, saat mereka sedang berjalan menuju Masjid Al Aqsa untuk melaksanakan salat tarawih.
Salat malam ini biasa dilakukan di bulan suci Ramadhan dan menarik puluhan ribu umat Islam yang melaksanakan salat berjamaah.
Menurut media lokal, tentara Israel mendirikan beberapa pos pemeriksaan di sekitar Kota Tua di Yerusalem Timur yang diduduki, memblokir jalan dan menghalangi orang mencapai lokasi tersebut.
Baca Juga: Memahami Reaksi Trauma Israel
Saksi mata mengatakan bahwa polisi Israel hanya mengizinkan beberapa pria dan wanita berusia di atas 40 tahun untuk memasuki lokasi tersebut.
Pemerintah Israel telah mengeluarkan pernyataan pada tanggal 5 Maret yang mengatakan bahwa mereka tidak akan membatasi jamaah Palestina selama Ramadhan.
Saksi mata mengatakan, pasukan Israel menghentikan dan memeriksa tas pemuda dan pemudi di gang-gang Kota Tua.
"Jumlah warga Palestina yang dilarang memasuki Al Aqsa lebih banyak daripada jumlah jamaah yang bisa masuk dan melaksanakan salat tarawih," kata seorang warga kepada wartawan pada 11 Maret 2024, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.
"Pasukan pendudukan bahkan mencegah pertemuan warga Palestina atau salat di daerah sekitarnya," tambahnya, mengacu pada pasukan keamanan Israel.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan pada hari Senin bahwa pembatasan yang diberlakukan oleh Israel terhadap akses jamaah Muslim ke al-Aqsa mendorong situasi menuju 'ledakan'.
Dalam pernyataannya, Safadi mengatakan negaranya menolak langkah Israel yang membatasi akses ke tempat suci tersebut selama Ramadhan, dengan alasan kebutuhan keamanan di tengah perang yang berkecamuk di Gaza.