internasional

Penjajah Israel 'Ogah-ogahan' Gencatan Senjata di Gaza, Ismail Haniyeh Sebut Hamas Siap Capai Kesepakatan

Selasa, 12 Maret 2024 | 14:51 WIB
Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh ungkap pihaknya terbuka untuk negosiasi gencatan senjata di Gaza dengan penjajah Isreael. (t.me/qassambrigades)

SENAYANPOST - Kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh mengatakan pihaknya terbuka untuk melakukan negosiasi gencatan senjata di Gaza yang dalam beberapa bulan ini selalu terhambat oleh penjajah Israel.

Hamas bersama faksi Perlawanan Palestina lainnya menegaskan bahwa mereka meminta menghentikan agresi, menyelesaikan penarikan tentara Zionis Israel, memulangkan pengungsi, penyaluran bantuan kemanusiaan, dan pertukaran tawanan yang terhormat.

Hal ini juga sudah disampaikan Hamas dan faksi Perlawanan Palestina kepada mediator Mesir, Qatar, dan Turki kepada penjajah Israel.

"Jika Perlawanan mendapat tanggapan yang jelas dari mediator pendudukan dengan mematuhi prinsip-prinsip perjanjian, maka mereka siap untuk mencapai kesepakatan," kata Ismail Haniyeh pada 11 Maret 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.

Baca Juga: Didesak Terus AS Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza, Abu Ubaidah Sebut Tidak Akan Berkompromi soal Ini

Haniyeh mengatakan bahwa pendudukan akan memikul tanggung jawab karena tidak mencapai kesepakatan di Gaza, dan menekankan bahwa Hamas terbuka untuk melanjutkan negosiasi.

Kepala biro politik Hamas juga menekankan tiga syarat sejak perundingan dimulai, yang mencakup diakhirinya agresi, penarikan penuh dari Gaza, kembalinya para pengungsi, termasuk dimensi kemanusiaan, dan kesepakatan pertukaran tawanan.

"Musuh sejauh ini menghindari memberikan jaminan yang jelas, terutama mengenai gencatan senjata, dan belum memberikan jaminan untuk penarikan seluruh pasukannya dari Gaza, atau untuk kembalinya para pengungsi," ujarnya.

Haniyeh menunjukkan bahwa Hamas menunjukkan tingkat kemauan dan tanggung jawab tertinggi, dan memperjelas bahwa perjanjian tersebut harus dalam 3 tahap dan dengan jaminan internasional.

Baca Juga: Abu Ubaidah Umumkan 7 Tawanan Hamas yang Tewas di Tangan Tentara Zionis Israel

Dia menjelaskan bahwa jika pesan yang jelas diberikan kepada mediator oleh Israel, dengan berpegang pada prinsip-prinsip perjanjian.

"Kami siap untuk mencapai kesepakatan," katanya.

Haniyeh menambahkan bahwa prioritas perlawanan Palestina adalah mengakhiri agresi dan membuka diri untuk cakrawala dan masa depan bagi rakyat Palestina.

Pimpinan Hamas itu juga menunjukkan bahwa pendudukan gagal mencapai tujuan militernya meskipun terjadi banyak pembantaian dan genosida dan menekankan bahwa rakyat Palestina adalah pihak yang memulai penerapan persamaan, namun pendudukan gagal menerapkan persyaratannya.

Halaman:

Tags

Terkini