SENAYANPOST - Juru bicara militer Hamas, Abu Ubaidah mengatakan bahwa dunia internasional telah gagal menghentikan rencana Zionis penjajah Israel untuk menduduki Jalur Gaza.
Lebih lanjut, Abu Ubaidah juga menyoroti secara tidak langsung veto yang terus-menerus dari Amerika Serikat (AS) di Dewan Keamanan PBB dalam upaya gencatan senjata permanen dan distribusi bantuan kemanusiaan di Gaza.
Oleh karena itu, Abu Ubaidah juru bicara Brigade Al Qassam menekankan bahwa Perlawanan Palestina tidak akan berhenti sampai hak-hak rakyatnya tercapai.
"Komunitas internasional dan undang-undangnya yang lemah dirancang untuk melindungi ketidakadilan, penindasan, dan agresi (yang dilakukan) oleh tirani kekuasaan yang kejam, yang dipelopori oleh pemerintahan Amerika," kata Abu Ubaidah dalam pidatonya yang disampaikan pada 8 Maret 2024.
Baca Juga: Pidato Abu Ubaidah di Hari ke-154: Jadikan Ramadhan sebagai Bulan Jihad dan Kemenangan
Lebih lanjut, Abu Ubaidah juga menjelaskan bahwa apa yang dilakukan penjajah Israel telah memprovokasi 2 miliar umat Muslim di seluruh dunia dengan menodai kesucian Masjid Al Aqsa, yang menjadi kiblat pertama umat Islam.
"Rakyat dan Perlawanan kami memahami persamaan ini sejak dini. Oleh karena itu, Perlawanan dan Perlawanan revolusi rakyat kami yang sedang berlangsung mencapai puncaknya pada peristiwa 7 Oktober, sebagai respons terhadap agresi berkelanjutan (yang telah berlangsung selama) beberapa dekade, mencapai puncaknya dalam upaya untuk melakukan Yudaisasi (Masjid al-Aqsa) dan mengalahkan serta memprovokasi sentimen seluruh umat Islam," ujar Abu Ubaidah menggarisbawahi.
Dalam beberapa dekade terakhir, politisi kanan penjajah Israel semakin ekstrim.
Terlihat dari beberapa pernyataan menterinya yang sangat memprovokasi umat Islam.
Contohnya seperti Menteri Warisan Budaya Amichai Eliyahu yang ingin menghilangkan bulan Ramadhan baru-baru ini.
"Kesombongan Zionis meningkat seiring dengan bangkitnya pemerintahan yang paling ekstremis dan mirip Nazi di entitas tersebut. Sebelum tanggal 7 Oktober, mereka (bersiap) menghadapi apa yang (sedang dipraktikkan) saat ini di Gaza, Tepi Barat, dan Al Quds, membumikan dalam dugaan warisan Taurat yang secara terbuka menyerukan pembakaran, pembunuhan, dan penghancuran negara-negara lain," bebernya.
Kemudian diperkuat oleh pemukin Zionis yang sudah lama tinggal di tanah Palestina yang diduduki.
"Diperkuat oleh geng pemukim Zionis, mereka memulai perang agama yang menjijikkan terhadap tanah, masyarakat, dan tempat suci kami," ucapnya.