Pada awal tahun 1991, Gregory Levey, seorang demonstran perdamaian dan guru sekolah dari Amherst, Massachusetts, mengorbankan dirinya untuk memprotes Perang Irak pertama. Tiga hari kemudian aktivis Raymond Moules melakukan protes yang sama dengan Levey di Springfield, Virginia.
Baca Juga: Perdana Menteri Otoritas Palestina M Shtayyeh Mendadak Mengundurkan Diri, Ada Apa?
Protes ekstrem seperti di AS juga terjadi di belahan dunia yang lain. Thich Quang Duc, seorang biksu terkenal, membakar dirinya di Saigon pada tahun 1963 untuk memprotes perang di Vietnam.
Sedangkan Mohamed Bouazizi, pedagang kaki lima Tunisia membakar dirinya di kota Sidi Bouzid pada tahun 2010 akibat perlakuan sewenang-wenang penguasa.
Mohamed Bouazizi adalah seorang pedagang kaki lima di Tunisia yang bakar diri pada 17 Desember 2010, sebagai protes terhadap penyitaan barang dagangannya dan juga pelecehan dan penghinaan yang dilakukan oleh seorang pejabat kota dan ajudannya.
Tindakannya menjadi awal bergulirnya Revolusi Tunisia dan menyebarnya Revolusi Arab ke berbagai negara di Timur Tengah. Kematian Bouazzi memicu kerusuhan di seluruh Tunisia hingga Presiden Zine El Abidine Ben Ali mengundurkan diri pada 14 Januari 2011 setelah 23 tahun berkuasa.
Baca Juga: Jelang Ramadhan, Joe Biden Setuju Israel Gencatan Senjata di Gaza
Peristiwa Tunisia memicu protes di beberapa negara-negara Arab untuk mengakhiri pemerintahan otoriter yang telah lama berkuasa. Fenomena ini kemudian dikenal sebagai Arab Spring (Musim Semi Arab).
Membakar diri adalah sebuah tindakan yang lahir dari keputusasaan. Ini karena tidak ada taktik lain -- mulai dari menulis surat, memanggil pejabat berkuasa, demo di istana, dan melakukan aksi pembangkangan sipil -- yang mampu mengakhiri tindakan rejim yang zalim dan kejam luar biasa.
Seperti tragedi di Vietnam, Tunisia, dan genosida di Palestina. AaronBushnell tewas membakar diri agar Palestina tetap hidup. Ia meninggal demi kemerdekaan Palestina.
Aaron Bushnell memberitahu dunia bahwa banyak orang Amerika menentang kebijakan presidennya yang selalu mendukung Israel.***