SENAYANPOST - Tentara Amerika Serikat (AS) yang diketahui bernama Aaron Bushnell nekat melakukan bakar diri di depan Kantor Kedubes Israel belum lama ini.
Aksi bakar diri yang dilakukan Aaron Bushnell dilakukan sebagai protes atas keterlibatan AS dalam genosida di Palestina.
Sempat dirawat di rumah sakit, Aaron Bushnell akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah melakukan aksi nekat tersebut di depan Kedubes Israel.
Bushnell diketahui adalah tentara aktif dari Angkatan Udara AS.
Insiden tersebut diketahui terjadi pada pukul 12.58 waktu setempat.
Dinas Rahasia AS mengatakan bahwa kejadian tersebut sebagai 'seseorang yang mengalami kemungkinan darurat medis atau kesehatan mental'.
Korban luka bakar, yang mengidentifikasi dirinya dalam video insiden tersebut sebagai Aaron Bushnell yang berusia 25 tahun, dilaporkan meninggal karena luka-lukanya pada Minggu malam, menurut jurnalis independen Talia Jane, yang memposting di media sosial bahwa dia berhubungan dengan keluarga Bushnell dan kawan kawan.
DC FEMS awalnya mengatakan seorang pria dewasa diangkut dengan luka kritis dan mengancam jiwa ke rumah sakit setempat, dan pihak berwenang tidak mengkonfirmasi identitas maupun kondisi terkini atau status orang tersebut.
Departemen Kepolisian Metropolitan (MPD) mengatakan dalam sebuah postingan di X bahwa mereka juga menyelidiki kendaraan mencurigakan di dekat lokasi kejadian tetapi tidak ditemukan bahan berbahaya.
Juru bicara kedutaan Tal Naim mengatakan kepada media bahwa tidak ada personel kedutaan yang terluka. Dinas Rahasia, MPD, dan Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak (ATF) sedang menyelidiki insiden tersebut.
Juru bicara Angkatan Udara AS mengkonfirmasi kepada wartawan bahwa orang yang melakukan pembakaran, sebelum diidentifikasi secara publik, adalah seorang penerbang yang bertugas aktif.
Kebijakan Departemen Pertahanan menyatakan bahwa anggota militer yang bertugas aktif tidak boleh 'terlibat dalam aktivitas politik partisan'.