Abu Ubaidah menegaskan bahwa statistik yang dirilis oleh pemerintah penjajah Israel adalah propaganda palsu.
"Kami katakan secara singkat bahwa pernyataan, angka, dan informasi yang dikeluarkan musuh adalah propaganda palsu," ujarnya.
Propaganda tersebut menurut Abu Ubaidah untuk mengangkat moral tentara penjajah Israel yang saat ini sedang hancur-hancurnya.
"Sebaliknya, mereka menyiarkannya dalam gambar yang melebih-lebihkan pencapaian khayalan dan datang dalam konteks yang sama. Banyak dari apa yang diumumkan dan disiarkan oleh musuh adalah dibuat-buat untuk tujuan internal dan moral," katanya.
Baca Juga: Gadis Kecil dan Dua Kru Bulan Sabit Palestina Ditemukan Syahid Setelah 12 Hari Hilang Kontak
Juru Bicara sayap militer Hamas mengatakan bahwa suatu saat apa yang diperlihatkan oleh Israel kepada dunia adalah propaganda palsu dan penuh kebohongan.
"Fakta terbuka dan hari-hari akan datang dan masa depan yang dekat dan jauh, Insya Allah akan membuktikan ilusi, kebohongan dan kebingungan musuh ini, dan tujuan politik murahan yang dilakukan para pemimpin musuh, dengan pertolongan Allah," ujarnya.
Kemudian Abu Ubaidah juga mengungkap kondisi terkini warga Israel yang menjadi tawanan.
Setidaknya 32 warga Israel tewas saat ditawan pasukan Pejuang akibat serangan brutal tentara IDF.
"Kerugian yang dialami para tawanan musuh menjadi sangat besar, dan kami tidak ingin keadaan mencapai tahap kehilangan dan penderitaan para tawanan ini," ungkapnya.
Meskipun begitu, Brigade Al Qassam berusaha sekuat tenaga untuk menjaga para tawanan yang nantinya akan ditukar dengan warga Palestina yang ditahan oleh penjajah Israel.
Baca Juga: Hari ke-127 Perang, Jihad Islam Palestina Sebut PM Israel Benjamin Netanyahu Hanya Punya Dua Pilihan
Selain itu, para tawanan digunakan untuk menekan pemerintah Israel dari dalam di mana keluarga yang ditawan akan terus mendesak Netanyahu untuk gencatan senjata.
Sudah ada tujuh ribu warga Palestina yang diketahui ditahan oleh Israel dan masuk penjara tanpa tuduhan yang jelas.
"Kami telah berusaha melindungi dan merawat para tawanan ini selama berbulan-bulan hingga mencapai tingkat yang luhur dan tujuan kemanusiaan yang mulia, yaitu untuk membebaskan para tahanan kami yang tertindas serta mewujudkan hak asasi dan sah rakyat kami," tandas Abu Ubaidah.***