SENAYANPOST - Perwakilan Jihad Islam Palestina, Ali Abu Shaheen mengatakan bahwa Israel kini hanya memiliki dua pilihan setelah sebelumnya menolak proposal gencatan senjata di Gaza.
Diketahui, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan menolak proposal gencatan senjata yang ditawarkan Perlawanan Palestina dan akan terus menggempur Gaza hingga Hamas dikalahkan.
Lebih lanjut, Ali Abu Shaheen mengatakan bahwa dua pilihan yang tersisa untuk Netanyahu adalah menerima proposal gencatan senjata atau perang skala penuh.
Perlawanan Palestina, menurut Abu Shaheen akan berkomitmen teguh terhadap prinsip-prinsip intinya.
"(Kami) akan berdiri teguh dan tidak mundur dari pendirian apa pun," tegas Ali Abu Shaheen pada 9 Februari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.
Abu Shaheen juga menegaskan bahwa negosiasi kembali sedang berlangsung.
"Negosiasi sedang berlangsung. Perlawanan mempertahankan sikap positif yang bertujuan menghentikan perang," ungkapnya.
Dia menyoroti bahwa pemerintahan AS sedang menghadapi dilema politik, sementara pendudukan Israel sedang bergulat dengan dilema baik secara politik maupun militer.
Abu Shaheen juga menyoroti munculnya kontradiksi di Israel, dan memperingatkan bahwa perselisihan internal ini dapat membahayakan stabilitas pemerintah pendudukan.
Hal ini juga muncul karena tekanan dunia internasional atas agresi terhadap Gaza.
Perwakilan Jihad Islam Palestina juga mengomentari posisi Mesir mengenai peristiwa di Gaza, dan menekankan bahwa Kairo menentang segala bentuk pemindahan paksa.
Dia menggarisbawahi perlunya sikap prosedural yang lebih kuat dari seluruh kerangka Arab mengenai masalah ini.
Baca Juga: Contoh Pidato Isra Miraj: Turunnya Perintah Salat Lima Waktu dan Keutamaan Masjid Al Aqsa Palestina