SENAYANPOST - Penjajah Israel berencana untuk invasi darat Rafah di mana 1,4 juta pengungsi Palestina berada di sana dan ini menjadi sorotan Uni Eropa.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borell mengatakan bahwa rencana penjajah Israel ke Rafah tersebut 'mengkhawatirkan'.
Diketahui, 1,4 juta warga Palestina saat ini berada di Rafah dalam kondisi yang mencekam dan terancam menghadapi kelaparan.
Lebih lanjut, UNRWA, lembaga PBB yang menaungi pengungsi Palestina menghadapi krisis di mana para donatur terbesarnya menghentikan bantuan keuangan.
"1,4 juta warga Palestina saat ini berada di Rafah tanpa tempat tinggal yang aman dan hadapi kelaparan," tulis Borell dalam akun X pada 9 Februari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.
Penjajah Israel awal bulan ini mengumumkan rencana untuk menyerang kota Rafah di ujung selatan Gaza, tempat lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan.
Setelah gagal menyetujui proposal gencatan senjata yang diusulkan Hamas, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah untuk melanjutkan perang sampai tujuan yang tidak realistis untuk menghilangkan perlawanan tercapai.
Uni Eropa khawatir akan agresi Israel yang terus berlanjut, memaksa warga Gaza di Palestina terus mendekat ke perbatasan Mesir.
Sementara itu, Mesir mengancam Israel jika memindahkan secara paksa warga Gaza ke dalam daerahnya.
"Laporan serangan militer Israel di Rafah mengkhawatirkan," tambah Borell.
Tidak dapat dibayangkan bencana kemanusiaan yang akan terjadi jika penjajah Israel mengeksekusi invasi darat tersebut.
Baca Juga: 125 Hari Perang, PM Palestina Mohammad Shtayyeh: Kami Ingin Penarikan Penuh Tentara Israel dari Gaza
Penjajah Israel mengklaim ada basis militer Hamas di Rafah.