"Sehari setelahnya adalah hari setelah Hamas. Seluruh Hamas," kata Netanyahu dalam konferensi pers, seraya mengatakan militer Israel telah membunuh atau melukai lebih dari separuh angkatan bersenjata Hamas dalam empat bulan perang.
Di sisi lain, Netanyahu berada di bawah tekanan dari anggota sayap kanan pemerintahan koalisinya, yang mengatakan mereka akan mundur daripada mendukung kesepakatan apa pun yang gagal memberantas Hamas, dan dari keluarga sandera yang menuntut kesepakatan untuk memulangkan mereka.
Serangan udara dan darat Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya hampir 28 ribu warga Palestina, membuat sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza menjadi pengungsi.
Baca Juga: Hamas Segera Keluarkan Sikap soal Gencatan Senjata dan Pertukaran Tawanan dengan Israel
Bencana kemanusiaan ini memicu tuduhan genosida, yang dibantah oleh Israel, di Mahkamah Internasional.
Perang ini berawal oleh serangan Hamas terhadap kota-kota dan pangkalan militer Israel selatan pada 7 Oktober yang bersamaan dengan Festival Musik Nova.
Insiden ini menewaskan 1.200 orang warga Israel dan 253 orang disandera.
Hamas membantah menargetkan warga sipil dalam insiden ini.
Dalam investigasi yang dilakukan oleh beberapa pihak, justru pihak Israel yang banyak menembaki warganya sendiri.
Gencatan senjata sebelumnya pernah dilakukan pada seminggu akhir November, 110 sandera Israel dan asing dibebaskan dengan imbalan 240 warga Palestina yang ditahan Israel.***