SENAYANPOST - 123 hari perang berlangsung di Gaza, warga Palestina meminta gencatan senjata dan disaat yang bersamaan Israel akan melakukan serangan darat di Rafah.
Di tempat lain, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken kembali ke Timur Tengah untuk mengadakan pertemuan dengan sejumlah para pemimpin Arab.
Pertemuan Blinken ini diharapkan bisa membuahkan gencatan senjata yang diharap-harapkan oleh warga Palestina di Gaza.
Warga Palestina berharap kunjungan Blinken dapat mewujudkan gencatan senjata di Gaza sebelum serangan Rafah
Baca Juga: Indonesia Membangun Perdamaian untuk Solusi Isu Palestina
Blinken tiba di Riyadh pada awal perjalanan pertamanya ke wilayah tersebut sejak Washington menjadi perantara tawaran, dengan masukan dari Israel, untuk perpanjangan gencatan senjata perang yang pertama.
Pertemuan Blinken dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman berlangsung sekitar dua jam.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller mengatakan Blinken dan putra mahkota telah membahas koordinasi regional untuk mencapai kesepakatan dari krisis ini.
"Menteri menggarisbawahi pentingnya mengatasi kebutuhan kemanusiaan di Gaza dan mencegah penyebaran konflik lebih lanjut," kata Miller dalam sebuah pernyataan pada 6 Februari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
Blinken tidak menjawab pertanyaan wartawan saat kembali ke hotelnya.
Tawaran gencatan senjata, yang disampaikan kepada Hamas pekan lalu oleh mediator Qatar dan Mesir, menunggu jawaban dari kelompok militan yang mengatakan mereka menginginkan lebih banyak jaminan bahwa hal itu akan mengakhiri perang yang telah berlangsung selama empat bulan.
"Mustahil untuk mengatakan apakah kita akan mendapatkan terobosan, kapan kita akan mendapatkan terobosan," kata seorang pejabat senior AS kepada wartawan dalam penerbangan ke ibu kota Saudi.
"Sekarang bola ada di tangan Hamas," lanjutnya.