internasional

Hamas Tampaknya Tolak Usulan Israel untuk Tukar Tawanan, Ingin Gencatan Senjata Permanen

Selasa, 30 Januari 2024 | 16:37 WIB
Hamas kemungkinan tolak usulan pertukaran tawanan Israel dan meminta gencatan senjata permanen di Gaza, Palestina. (t.me/qassambrigades)

SENAYANPOST - Hamas dalam negosiasi terbaru pertukaran tawanan nampaknya menolak usulan Israel yang sudah disetujui oleh Israel Senin lalu.

Dalam negosiasi yang dimediasi oleh Mesir dan Qatar, Hamas secara tegas mengatakan bahwa tidak akan pertukaran tawanan baru sampai Israel mengakhiri perang dan menarik seluruh pasukannya dari Gaza, Palestina.

Tidak hanya Hamas, Front Populer untuk Pembebasan Palestina juga menegaskan Israel harus menghentikan agresi dan menarik pasukannya dari Gaza sebelum kesepakatan pertukaran tawanan terjadi.

Lebih lanjut, salah seorang pejabat senior Hamas, Taher Al Nunu mengatakan bahwa pihaknya menginginkan gencatan senjata lengkap dan komprehensif di Gaza.

"Pertama-tama kita berbicara tentang gencatan senjata yang lengkap dan komprehensif, dan bukan gencatan senjata sementara," kata Taher Al Nunu pada 29 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.

Baca Juga: Negara Barat Ramai-ramai Tangguhkan Pendanaan UNRWA ke Palestina, Hamas: Mereka Terlibat dalam Perang

Ia mengatakan bahwa begitu pertempuran berhenti, detail selanjutnya dapat didiskusikan termasuk pembebasan tawanan.

Sebelumnya, perdana menteri Qatar mengatakan bahwa dia yakin Hamas telah 'bergerak' dari tuntutannya untuk melakukan gencatan senjata sepenuhnya sebagai sebuah syarat, sesuatu yang telah ditolak mentah-mentah oleh Israel.

Beberapa jaringan Israel melaporkan sebelumnya bahwa perundingan Israel di Paris pada hari Minggu telah menyetujui proposal kerangka kerja untuk kesepakatan pembebasan sandera.

Rancangan tawaran tersebut, yang diajukan dalam pertemuan kepala badan intelijen Mossad dan Shin Bet dengan pejabat senior AS, Qatar, dan Mesir, dipresentasikan pada hari Senin kepada Hamas.

Belum jelas apakah pernyataan Hamas merupakan tanggapan langsung terhadap usulan tersebut.

Perjanjian tersebut akan membebaskan semua sandera Israel, mulai dari wanita, anak-anak, orang tua, dan orang sakit. Akan ada 'jeda bertahap' dalam perang Israel melawan Hamas selama proses tersebut berlangsung.

Baca Juga: AS dan Prancis Kecam Keras Rencana Israel Gusur Warga Palestina di Gaza: Retorika Ini Menghasut

Israel juga akan mengizinkan lebih banyak bantuan ke Gaza dan akan membebaskan sejumlah besar tahanan Palestina.

Halaman:

Tags

Terkini