"Apa yang dicapai oleh anggota Brigade Al Qassam, Brigade Saraya Al Quds, dan Perlawanan Palestina akan diabadikan dalam sejarah perjuangan rakyat kita," kata Osama Hamdan pada 26 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.
"Rakyat kami di Jalur Gaza, laki-laki, pemuda, perempuan, anak-anak, dan keluarga, terus (memperluas) epik ketahanan dan ketabahan yang legendaris," tegasnya.
"Perlawanan membuktikan bahwa mereka bergerak menuju pencapaian kemenangan nyata di Jalur Gaza," tambahnya.
Menurutnya, pertukaran tawanan memerlukan gencatan senjata yang komprehensif.
Diketahui, warga Israel saat ini terus menekan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu agar segera membebaskan keluarga mereka dan menuruti permintaan Hamas.
"Penjahat yang gagal Netanyahu menipu dirinya sendiri bahwa, dengan bersikeras melanjutkan perang, dia akan mencapai beberapa tujuannya, tapi dia akan kalah," tegas Hamdan.
Hamdan menekankan bahwa pihaknya menangani secara serius usulan-usulan yang dibuat oleh para mediator dan saran-saran mereka mengenai penghentian perang sepenuhnya dan pertukaran tahanan secara menyeluruh.
Namun, pejabat tersebut menegaskan kembali posisi akar Perlawanan Palestina, dengan mengatakan bahwa Hamas hanya akan menyetujui jika Israel menghentikan agresinya terhadap warga.
"Pertukaran tahanan yang komprehensif jika pendudukan Israel menghentikan agresinya terhadap rakyat Palestina," tegas Osama Hamdan.***