Dalam rilisnya tersebut, Brigade Al Qassam mengaku bertanggung jawab atas tewasnya 21 tentara Zionis Israel.
"Di mana mujahidin kami dapat melakukannya, tepat pada pukul 16.00 sampai kemarin malam untuk melakukan operasi gabungan di sebelah timur kamp Maghazi," ungkapnya.
Pasukan pejuang juga sempat menembakkan rudal Al Yassin 105 pada tank Merkava.
Baca Juga: Israel Tawarkan Gencatan Senjata 2 Bulan ke Hamas untuk Evakuasi 136 Tawanan
"Mereka menargetkan sebuah rumah di mana pasukan teknik Zionis bersembunyi dengan rudal anti-personil, yang menyebabkan ledakan amunisi dan peralatan teknik yang ada di dalamnya.Meledakkan rumah secara menyeluruh, dan pada saat yang sama Mujahidin menghancurkan tank Merkava yang mengamankan pasukan dengan peluru Al-Yassin 105," bebernya.
Selain itu, para pejuang juga meledakkan ladang ranjau dan di mana pasukan Zionis juga berada di sana.
"Mereka juga meledakkan ladang ranjau dengan pasukan Zionis lain yang hadir di tempat yang sama, yang menyebabkan mereka semua terbunuh atau terluka dan Mujahidin mundur ke pangkalan mereka dengan selamat," tutup laporan tersebut.
Sebagaimana diketahui, Pertempuran Badai Al-Aqsa dimulai subuh pada hari Sabtu, 7 Oktober 2023, dengan serangkaian serangan Mujahidin terhadap pemukiman dan lokasi militer di Jalur Gaza melalui darat, laut dan udara, menewaskan dan menangkap ratusan tentara Zionis dan perampas kekuasaan.***