internasional

Sidang ICJ: Israel Bantah Lakukan Genosida di Gaza, Sebut Hamas hingga 137 Kali

Sabtu, 13 Januari 2024 | 21:34 WIB
Israel membantah lakukan kejahatan genosida di Gaza dalam pernyataannya di ICJ, sebut Hamas hingga 137 kali. (Twitter.com/@CIJ_ICJ)

SENAYANPOST - Israel pada hari Jumat di Mahkamah Internasional atau ICJ membantah keras Afrika Selatan atas tuduhan kejahatan genosida di Gaza, Palestina.

Menurut Israel, tuduhan tersebut tidak beralasan dan sangat menyimpang dalam pengadilan internasional tersebut.

Lebih lanjut, Israel menjelaskan bahwa operasi militernya di Gaza merupakan upaya untuk membela diri memerangi Hamas.

Menariknya, dalam argumen yang disajikan tim hukum Israel, negara Zionis itu menyebut Hamas sebanyak 137 kali.

Salah satu tim hukum Israel, Malcolm Shaw menegaskan bahwa apa yang dilakukan negara Zionis itu bukan genosida.

Baca Juga: Nonton Welcome to Samdalri Episode 13 Sub Indo, Lengkap dengan Jam Tayang!

"Ini bukan genosida," kata pengacara Malcolm Shaw pada 12 Januari 2023, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.

Afrika Selatan mengatakan kepada pengadilan pada hari Kamis bahwa serangan udara dan darat Israel, yang telah menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut dan menewaskan hampir 24.000 orang, menurut otoritas kesehatan Gaza, bertujuan untuk menimbulkan 'kehancuran penduduk' di sana.

Israel menolak tuduhan tersebut, dengan mengatakan pihaknya menghormati hukum internasional dan berhak membela diri.

Negara Zionis itu melancarkan perangnya di Gaza setelah terjadi serangan lintas batas pada 7 Oktober oleh militan Hamas, yang bersumpah akan menghancurkan Israel.

Baca Juga: Opini: Cawe-Cawe Politik dan Rezimentasi Konstitusi dalam Perspektif Fiqh

Pejabat Israel mengatakan 1.200 orang tewas, sebagian besar warga sipil, dan 240 orang disandera.

"Penderitaan mengerikan yang dialami warga sipil, baik Israel maupun Palestina, adalah akibat dari strategi Hamas," kata penasihat hukum Kementerian Luar Negeri Israel, Tal Becker di pengadilan.

"Jika ada tindakan genosida, itu dilakukan terhadap Israel," kata Becker.

Halaman:

Tags

Terkini