"Kami tidak akan menyerah dan tidak akan mengibarkan bendera putih tidak peduli berapa lama pertempuran berlangsung, karena kami adalah rakyatnya atas pertolongan dan kehendak Tuhan," kata Abu Hamza dalam pernyataannya pada 9 Januari 2024.
"Mengebom warga sipil adalah keadaan pengecut yang tidak berdaya ketika mereka menderita kekalahan di tangan orang-orang yang tetap teguh pada tanah airnya," lanjutnya.
Sejauh ini, belum ada negosiasi pertukaran tahanan antara Palestina dan Israel.
"Kami menyatakan, dengan sangat jelas, bahwa perjuangan saat ini bukanlah tentang menghilangkan perlawanan atau memulihkan tahanan. Sebaliknya, mereka malah menyelesaikan masalah dengan rakyat Palestina dan perlawanan mereka," ungkapnya.
Abu Hamzah menyatakan bahwa saat ini pasukan pejuang Palestina tengah terlibat dalam perang terbuka melawan tentara IDF.
Baca Juga: PRABOWO DAN BUKU
"Kami terlibat dalam perang terbuka melawan pendudukan Zionis-Amerika, membela Masjid Al-Aqsa atas nama negara berkekuatan miliaran orang. ‘Wahai negara berpenduduk satu miliar orang, berbagilah dengan kami aib dan ketidakadilan ini. Salam kepada rakyat Yaman, Lebanon, dan Irak yang merdeka dan berani," tandas Abu Hamzah.***