SENAYANPOST - Juru bicara Brigade Al Qassam, Abu Ubaidah menyatakan bahwa puluhan tentara Israel Defense Force (IDF) tewas dalam operasi militer yang memasuki hari ke-95.
Selain itu, Abu Ubaidah juga mengungkapkan bahwa sebanyak 42 kendaraan militer milik IDF dihancurkan pasukan pejuang Palestina selama seminggu terakhir ini.
Setidaknya perlawan pasukan pejuang Palestina telah menewaskan 22 tentara IDF serta menyebabkan puluhan lainnya tewas atau terluka.
Juru bicara sayap militer Hamas itu lebih lanjut menyatakan bahwa tentara pendudukan menghancurkan sebuah rumah, menghancurkan empat pintu masuk terowongan, membersihkan ladang ranjau, dan meluncurkan rudal darat ke udara ke sebuah helikopter di Jalur Gaza.
Baca Juga: Jelang Sidang ICJ, Ini Peluang Afrika Selatan Menangkan Gugatan Kejahatan Genosida Israel di Gaza
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Mayadeen English, Abu Ubaidah membenarkan bahwa para pejuang al-Qassam berhasil menjatuhkan sebuah pesawat pengintai Hermes 900, menyita sebuah pesawat Skylark dan dua drone, dan menghancurkan markas komando lapangan, beserta ruangan-ruangannya dan pertemuan militer di semua lini, menggunakan mortir dan tembakan rudal jarak pendek.
Selanjutnya, mereka melepaskan serangan rudal terkonsentrasi ke arah Tel Aviv dan sekitarnya.
Sebelum pidato Abu Ubaidah, juru bicara Brigade Saraya Al-Quds, sayap militer Jihad Islam Palestina (PIJ) Abu Hamzah, berbicara dalam pidato siaran tentang pencapaian perlawanan di Gaza.
Abu Hamza menunjuk pada kegagalan pasukan pendudukan Israel (IDF) dan perdana menteri mereka Benjamin Netanyahu, membenarkan bahwa brigade tersebut menembak jatuh sebuah pesawat intelijen Israel di atas Khan Younis, dan mencatat bahwa informasi lebih lanjut akan segera menyusul.
Baca Juga: Ramai Ujaran Kebencian Pengungsi Rohingya, Ulama Aceh: Tidak Terdidik Rasa Kemanusiaannya
Juru bicara tersebut juga mengumumkan penargetan terhadap anggota IOF yang membarikade dirinya di sebuah rumah di Khan Younis.
Setelah pidatonya, media militer Brigade Al-Quds menerbitkan rekaman yang mendokumentasikan pertemuan tersebut.
Abu Hamzah menyebut kejadian yang terjadi di medan perang 'terlalu besar' untuk didokumentasikan oleh kamera pejuang perlawanan, karena perlawanan Palestina terus menghadapi IDF di Gaza, menyebabkan beberapa kerugian bagi musuh.
Dia menekankan bahwa 'tidak akan ada kembalinya dan tidak ada stabilitas bagi pemukim Israel selama perang terus berlanjut'.