SENAYANPOST - Kali ini gempa bumi mengguncang Jepang dengan kekuatan 7,6 magnitudo pada Senin, 1 Januari 2023.
Pemerintah setempat juga segera mengeluarkan peringatan tsunami usai gempa bumi berkekuatan cukup besar melanda Jepang.
Setelah itu warga juga diminta untuk menjauhi pesisir setelah peringatan tsunami dikeluarkan.
Gempa ini diketahui telah mematikan ribuan rumah dan mengganggu penerbangan dan layanan kereta api ke wilayah yang terkena dampak.
Baca Juga: Lima Brigade Tempur Israel Ditarik Mundur dari Gaza, Kemenangan Palestina Makin Dekat?
Gempa dengan kekuatan awal 7,6 skala Richter memicu gelombang setinggi sekitar 1 meter di sepanjang sebagian pantai Laut Jepang dan diperkirakan akan terjadi gelombang yang lebih besar sebagaimana dilaporkan lembaga penyiaran publik NHK.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) telah mengeluarkan peringatan tsunami untuk prefektur pesisir Ishikawa, Niigata dan Toyama, menandai peringatan besar pertama sejak gempa bumi dan tsunami pada bulan Maret 2011 yang melanda timur laut Jepang.
Peringatan tsunami besar berarti ada kemungkinan gelombang setinggi lebih dari 3 meter.
Rusia juga mengeluarkan peringatan tsunami di kota-kota timur jauhnya, Vladivostok dan Nakhodka.
Baca Juga: Kesaksian Warga Rohingya, Ternyata Ini Alasan Pengungsi Pergi ke Indonesia dan Malaysia
Beberapa rumah telah hancur dan satuan tentara telah dikerahkan untuk membantu operasi penyelamatan, kata juru bicara pemerintah Hayashi Yoshimasa kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa pihak berwenang masih menaksir tingkat kerusakan.
Gempa yang lebih kuat di wilayah tersebut, dimana aktivitas seismik telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun, dapat terjadi dalam beberapa hari mendatang, kata pejabat JMA Toshihiro Shimoyama.
Dalam komentarnya kepada pers tak lama setelah gempa terjadi, Perdana Menteri Fumio Kishida juga memperingatkan warga untuk bersiap menghadapi bencana lebih lanjut.
"Warga harus tetap waspada terhadap kemungkinan gempa lebih lanjut dan saya mendesak masyarakat di daerah yang diperkirakan akan terjadi tsunami untuk mengungsi sesegera mungkin," kata Kishida pada 1 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.