internasional

Tegas! Perdana Menteri Anwar Ibrahim Resmi Larang Kapal Israel Berlabuh di Malaysia

Rabu, 20 Desember 2023 | 15:27 WIB
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan bahwa Malaysia tak akan menerima kapal bendera Israel berlabuh. (Twitter.com/@anwaribrahim)

SENAYANPOST - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim belum lama ini mengumumkan untuk tidak menerima kapal berbendera Israel di pelabuhan.

Tidak hanya itu, Malaysia juga telah memberlakukan larangan terhadap kapal apa pun yang menuju Israel untuk memuat kargo.

"Pembatasan ini merupakan respon terhadap tindakan agresi Israel yang mengabaikan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan dan melanggar hukum internasional melalui pembantaian dan kekejaman yang terus-menerus terhadap warga Palestina," kata Anwar Ibrahim pada 20 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari Bernama.

Keputusan tersebut diambil pemerintah Malaysia dan tidak akan mempengaruhi perdagangan.

Baca Juga: Buntut Serangan Hizbullah, Israel Diduga Susun Rencana Serangan Darat ke Lebanon Selatan

Kemudian Malaysia juga telah memutuskan untuk memblokir dan melarang perusahaan pelayaran yang berbasis di Israel, ZIM untuk berlabuh di pelabuhan manapun.

Anwar menjelaskan bahwa Malaysia mulai menerima perusahaan tersebut 21 tahun silam.

"Sebagai catatan, Kabinet mulai mengizinkan kapal milik perusahaan ini berlabuh di Malaysia pada tahun 2002," lanjutnya.

Tiga tahun kemudian, Malaysia mengizinkan kapal-kapal tersebut mendarat di Negeri Jiran.

Baca Juga: Praperadilan Firli Bahuri Ditolak, Novel Baswedan: Semoga Polda Metro Jaya Segera Menahan

"Pada tahun 2005, Kabinet saat itu memberikan izin bagi kapal-kapal tersebut untuk mendarat di Malaysia," ungkapnya.

Setelah agresi Israel berlanjut dan memuncak saat ini, negara tersebut akhirnya melarang sepenuhnya bagi perusahaan pelayaran itu untuk berlabuh di Malaysia.

"Namun, pemerintah saat ini memutuskan untuk mencabut semua keputusan Kabinet sebelumnya," tukasnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Israel dua bulan terakhir membombardir Gaza dan menewaskan hingga 20 ribu orang.

Halaman:

Tags

Terkini