SENAYANPOST - Sepuluh tentara Israel atau IDF dan salah satu kolonel senior yang memimpin penyerangan di Gaza Utara dinyatakan tewas.
Itzhak Ben Basat, 44, kepala tim komandan Brigade Golani, tewas pada hari Selasa dalam penyergapan oleh pejuang Palestina di lingkungan Shejaiya di Gaza, yang merupakan basis kelompok bersenjata Palestina.
Ben Basat adalah perwira Israel paling senior yang terbunuh di Gaza sejak invasi darat dilancarkan pada akhir Oktober.
Baca Juga: Tentara Israel Serang Jenin, Tiga Warga Palestina di Tepi Barat Jadi Korban
Tentara Israel mengkonfirmasi kematian delapan tentara lainnya di Gaza utara, termasuk seorang komandan resimen Golani, dua komandan kompi, seorang komandan peleton, seorang komandan kompi, dan tiga tentara tempur.
Operasi tersebut merupakan pukulan telak terhadap invasi darat militer Israel ke Gaza.
Sejak peluncuran serangan darat pada akhir Oktober, 115 tentara Israel telah tewas, sementara lebih dari 300 tentara tewas dalam serangan yang dipimpin Hamas pada tanggal 7 Oktober.
Baca Juga: Diserang Bertubi-tubi Netizen Indonesia dan Malaysia, Influencer Penjajah Israel Ini Kalang Kabut!
Di antara korban Israel sejak serangan dimulai, 20 tentara Israel tewas akibat tembakan ramah dan kecelakaan lainnya, menurut data baru yang dirilis oleh tentara Israel pada hari Selasa.
Sebagian besar tentara tersebut tewas karena kesalahan identifikasi dalam serangan udara, penembakan tank, dan tembakan, kata pihak militer.
Kematian tentara dalam penyergapan hari Selasa memicu banyak reaksi dari politisi senior Israel.
Baca Juga: Terlibat Pencucian Uang, Sejumlah Petinggi Hamas Masuk Daftar Teroris AS
Menteri kabinet perang Israel Benny Gantz menyebut pertempuran di Gaza sebagai 'perang kemerdekaan kedua'.
"Setiap orang yang jatuh merupakan bekas luka bagi seluruh Negara Israel, dan setiap bekas luka tersebut merupakan pengingat akan kepahlawanan para pejuang kita, dan perlunya menjadi masyarakat yang layak atas pengorbanan mereka," cuit Benny Gantz pada 13 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.