SENAYANPOST - Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam sidang khusus akhirnya menyerukan gencatan senjata di Gaza setelah konflik berdarah Israel dan Hamas selama lebih dari dua bulan lamanya.
Sebagaimana diketahui, banyak negara anggota PBB melalui sidang Dewan Keamanan gagal menemui kesepakatan setelah diveto beberapa kali oleh negara pendukung Israel, Amerika Serikat.
Kali ini, negara-negara anggota mengadopsi resolusi yang menuntut 'gencatan senjata kemanusiaan segera'.
Baca Juga: Lirik Lagu RAKIT, Nadzira Shafa Kenang Kisah Cintanya dengan Amer Azzikra yang Dipisahkan Maut
Tidak hanya itu, PBB meminta untuk segera membebaskan semua sandera tanpa syarat dan memastikan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza, Palestina.
Keputusan ini disahkan dengan mayoritas 153 suara mendukung dan 10 suara menentang, serta 23 suara abstain.
10 negara tersebut adalah Austria, Czechia, Guatemala, Israel, Liberia, Micronesia, Nauru, Papua Nugini, Paraguai, dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Lirik Lagu Somebody, D.O EXO, Easy Listening dan Wajib Masuk Playlist
Resolusi tersebut juga menegaskan kembali permintaan Majelis Umum agar semua pihak mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, 'terutama yang berkaitan dengan perlindungan warga sipil'.
Sebelum resolusi tersebut dikeluarkan, dua amandemen yang secara khusus merujuk pada kelompok pejuang Hamas ditolak oleh para anggotanya.
Wakil Tetap Israel, Gilad Erdan , mengatakan bahwa Majelis Umum akan melakukan pemungutan suara terhadap resolusi munafik lainnya.
Baca Juga: Link Nonton Streaming Debat Perdana Capres dan Cawapres RI Pemilu 2024
"Resolusi ini tidak hanya gagal untuk mengutuk Hamas atas kejahatan terhadap kemanusiaan, namun juga tidak menyebut Hamas sama sekali. Hal ini hanya akan memperpanjang kematian dan kehancuran di wilayah tersebut, itulah arti gencatan senjata," kata Gilad Erdan pada 12 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari situs resmi PBB.
Dia menambahkan bahwa satu-satunya niat Hamas adalah untuk menghancurkan Israel dan kelompok tersebut telah menyatakan bahwa mereka akan mengulangi kekejamannya lagi dan lagi sampai Israel tidak ada lagi.