SENAYANPOST - Pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah memberikan beberapa poin penting terkait konflik Israel dan Palestina yang baru-baru ini terjadi.
Tidak sedikit yang menduga bahwa Hezbollah terlibat dalam operasi penyerangan kelompok militan Hamas terhadap Israel di Gaza, Palestina.
Berikut ini lima poin penting pidato dari Hassan Nasrallah yang menjabat sebagai Sekertaris Jenderal Hezbollah Jumat lalu.
Baca Juga: EKSKLUSIF : Dubes Palestina Laporkan ke Menlu Palestina Terkait Bantuan Indonesia untuk Gaza
1. Serangan Hamas
Nasrallah memulai pidatonya dengan memuji 'para martir yang gugur' dari Hezbollah dan kelompok lain yang memerangi Israel, serta warga sipil yang terbunuh.
Dia kemudian juga berterima kasih kepada 'tangan kuat dan berani Irak dan Yaman yang kini terlibat dalam perang suci ini' yang jelas merujuk pada kelompok bersenjata di kedua negara, termasuk Houthi di Yaman, yang merupakan sekutu Hezbollah dan telah melancarkan serangan melawan Israel atau Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Jelang Attack on Titan Final Season Tayang, Mangaka Hajime Isayama Kirim Pesan Ini untuk Penggemar
Dia menggambarkan serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober di Israel selatan, yang menewaskan lebih dari 1.400 orang sebagai peristiwa besar yang mengguncang penindasan.
"Pendudukan, perebutan rezim Zionis dan para pendukungnya di Washington dan London," lanjut Nasrallah pada 3 November 2023, dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera.
Nasrallah menegaskan bahwa operasi tersebut diinisiasi oleh pejuang Palestina.
"Operasi tersebut 100 persen dilakukan oleh orang Palestina, baik dari segi keputusan maupun pelaksanaannya," terangnya.
"Elemen kerahasiaan adalah kunci keberhasilan operasi ini, hal ini merupakan sebuah kejutan, kejutan yang mengejutkan, tidak seperti apa yang diasumsikan oleh banyak orang," imbuhnya.