internasional

Resolusi Konflik Israel dan Palestina Usulan Rusia Gagal Disetujui PBB, Enam Negara Putuskan Abstain

Selasa, 17 Oktober 2023 | 16:19 WIB
Rusia mengusulkan resolusi konflik Israel dan Palestina kepada Dewan Keamanan PBB dan hasilnya ditolak oleh beberapa negara. (Twitter.com/@RussiaUN)

SENAYANPOST - Rusia desak Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) untuk segera membuat resolusi gencatan senjata di tengah perang Israel dan Palestina.

Tidak hanya itu, Rusia juga membuat draft resolusi konflik Israel dan Palestina dan gagal menemui persetujuan.

Resolusi yang diajukan Rusia terkait konflik Israel dan Palestina mendapat lima dukungan dan empat yang menolak di PBB.

Baca Juga: Sutradara MCU Bicara soal varian Kang the Conqueror di Loki Season 2, Ada Sosok Lain?

Rancangan resolusi tersebut memperoleh lima suara setuju dan empat suara menentang, serta enam suara abstain.

Sebuah resolusi memerlukan setidaknya sembilan suara setuju dan tidak ada veto dari lima anggota tetap – Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis dan Inggris – untuk disahkan.

"Hari ini, seluruh dunia menunggu dengan tertahan hingga Dewan Keamanan mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri pertumpahan darah, namun delegasi negara-negara Barat pada dasarnya mengabaikan harapan tersebut," kata Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia pada 17 Oktober 2023, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.

Baca Juga: Prediksi Manga One Piece 1096: Awal Mula Pertemuan Ivankov dan Kuma hingga Insiden God Valley

Rusia mengusulkan rancangan teks satu halaman pada hari Jumat, yang juga menyerukan pembebasan sandera, akses bantuan kemanusiaan, dan evakuasi aman bagi warga sipil yang membutuhkan.

Resolusi tersebut mengutuk kekerasan terhadap warga sipil dan semua tindakan terorisme.

Namun tidak menyebutkan nama Hamas, yang menewaskan 1.300 orang di Israel pada 7 Oktober.

Baca Juga: Nafa Urbach Titipkan Anak ke Mantan Suami, Harus ke Dapil untuk Nyaleg

"Dengan gagal mengutuk Hamas, Rusia memberikan kedok kepada kelompok teroris yang melakukan tindakan brutal terhadap warga sipil yang tidak bersalah. Ini keterlaluan. Ini munafik dan tidak bisa dipertahankan," kata duta besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield.

Dia mengatakan Amerika Serikat, yang biasanya melindungi sekutunya Israel dari tindakan dewan.

Halaman:

Tags

Terkini