SENAYANPOST- Pertempuran antara Hamas dengan Israel Defense Force (IDF) sejak Sabtu (07/10/2023) masih berlangsung dan menimbulkan korban jiwa.
Banyak pertanyaan apa yang ada dan akan terjadi di balik peretempuran tersebut, setelah terlibatnya Hizbullah di Lebanon.
Senayan Post dan Kilat.Com pada Jumat (13/10/2023) secara bersamaan melakukan wawancara eksklusif dengan Hisyam An Najjar, mantan juru bicara Partai Bina wa Tanmiyah, sayap politik Jama’ah Islamiyah Mesir.
Simak berikut wawancaranya :
Apakah akan muncuk keseimbangan antara pengaruh Amerika Serikat (AS) dan Negara Barat dengan pengaruh Rusia dan China di kawasan Timur Tengah ?
Benar, ada berbagai rencana dan upaya untuk mewujudkan itu. Salah satunya adalah aktifitas BRICS yang memperluas pengaruh Rusia di Afrika, serta hengkangnya Tentara Prancis dan Negara Barat. Termasuk eksistensi pengaruh Rusia dalam berbagai isu di kawasan Timur Tengah.
Apakah dengan naiknya pengaruh Hamas, Ikhwanul Muslimin (IM) akan kembali naik ?
Kecil kemungkinan perang tersebut akan berujung pada kebangkitan Hamas karena sebenarnya mereka melakukan tindakan gegabah atas nama Iran dan bukan demi kepentingan Palestina, maupun demi kepentingan Gaza dan penduduknya. Memang ada kemarahan masyarakat atas apa yang mereka lakukan, meskipun terlihat adanya solidaritas, dan solidaritas ini diarahkan pada reaksi brutal Israel dan bukan pada tindakan sembrono Hamas. Tidak ada pembenaran untuk hal ini karena Arab Saudi akan segera melakukan penyelesaian yang akan memperbaiki situasi, dan keadaan mulai membaik di Jalur Gaza dengan latar belakang kesepakatan dan pemahaman ekonomi untuk keamanan. Mesir telah memulai rekonstruksi Gaza. Ada dua puluh ribu pemuda Gaza yang bekerja di Zona Hijau, dan Israel memfasilitasi pergerakan mereka. Semua ini dan lebih banyak lagi yang runtuh akibat serangan Hamas. Ini adalah pandangan saya. Serangan Hamas justru akan menurunkan pengaruhnya, bukan meningkatkan pengaruh Hamas.
Berarti Hamas akan berkomunikasi langsung dengan Iran dan negara-negara lain ?
Tentu hal tersebut seperti itu. Ada aliansi yang kuat sejak 2 (dua) tahun lalu antara Iran, Hamas dan Hizbullah.