SENAYANPOST- Presiden Mauritania Muhammad Walad Ghazauni dalam rapat kabinet pada Kamis, 3 Agustus 2023, menyatakan bahwa Mauritania tengah mempelajari upaya intervensi militer atas Niger.
Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah Mauritania Nani Walad Asyruqa yang merupakan Menteri Minyak dan Pertambangan.
“Mauritania mengecam keras kudeta militer di Niger yang berlawanan dengan konstitusi. Mauritania berharap Niger kembali ke pemerintahan konstitusional dalam waktu dekat,” jelasnya.
Mauritania merupakan pemimpin dari 5 (lima) Negara Afrika Barat yang beraliansi dengan Prancis dalam memberantas terorisme, dengan anggota yaitu Chad, Niger, Mali dan Burkina Faso. Sementara itu, Mali dan Burkina Faso telah mengalami kudeta militer serta telah mengkoreksi kerjasama pemberantasan terorisme dengan Prancis dan Amerika Serikat.
Mauritania merupakan salah satu Negara Arab di Afrika dan merupakan anggota Liga Arab. Adapun Presiden Niger Muhammad Bazoum yang digulingkan berasal dari etnis Arab Difa yang populasinya hanya 1,5 persen dari 25 juta jiwa penduduk Niger. (Muqoddas)