Menlu Negara Arab dan Muslim Bertemu di Yordania, Bahas Sikap Bersama Terkait Yerusalem

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 6 Agustus 2026 | 17:12 WIB
Ilustrasi, Para menlu dari negara Arab dan Muslim bertemu di Yordania membahas soal Yerusalem yang terus-menerus hadapi ancaman Israel. (Unsplash.com/Levy Meir Clancy)
Ilustrasi, Para menlu dari negara Arab dan Muslim bertemu di Yordania membahas soal Yerusalem yang terus-menerus hadapi ancaman Israel. (Unsplash.com/Levy Meir Clancy)

 

SENAYANPOST - Para menteri luar negeri dari sejumlah negara Arab dan Muslim menggelar pertemuan di Yordania pada Rabu untuk menyusun sikap bersama terkait situasi di Yerusalem.

Pertemuan itu digelar di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kebijakan dan tindakan Israel yang dinilai mengancam identitas kota suci tersebut serta situs-situs keagamaan Islam dan Kristen.

Berdasarkan laporan kantor berita resmi Yordania, Petra, pertemuan dihadiri anggota komite menteri Arab yang menangani kebijakan Israel di Yerusalem, Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit, serta para menteri luar negeri dari Turki, Pakistan, Indonesia, dan Malaysia.

Agenda utama pertemuan adalah membahas perkembangan terkini di Yerusalem dan kawasan suci di dalamnya, sekaligus merumuskan posisi bersama dalam merespons kebijakan Israel.

Baca Juga: Warga Palestina Makamkan 112 Anggota Satu Keluarga Hampir Tiga Tahun Setelah Serangan Udara Israel di Sabra

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi, saat membuka pertemuan, mengatakan Yerusalem saat ini menghadapi ancaman yang semakin besar.

"Yerusalem sedang menghadapi bahaya yang kian meningkat," ujar Safadi pada 5 Agustus 2026, dikutip SenayanPost.com dari Anadolu Agency.

Ia menilai situs-situs suci Islam dan Kristen di kota tersebut berada dalam ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurut Safadi, Israel terus memperkuat kontrol atas Yerusalem Timur melalui pembangunan permukiman, aneksasi lahan, penyitaan properti, pembatasan terhadap warga Palestina, serta upaya mengisolasi Yerusalem dari wilayah Palestina lainnya.

Baca Juga: Brad Lander Politikus Yahudi Pro Palestina Menang Pemilihan Pendahuluan Kota New York

Ia menyebut langkah-langkah tersebut sebagai bagian dari kebijakan yang menyasar identitas, sejarah, kondisi saat ini, dan masa depan Yerusalem.

Selain itu, Safadi menuduh Israel melanggar kesucian tempat-tempat ibadah serta membatasi kebebasan umat Muslim dan Kristen dalam menjalankan ibadah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Anadolu Agency

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X