SENAYANPOST - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan nota kesepahaman antara Washington dan Teheran berpeluang difinalisasi dalam waktu dekat, meski sejumlah poin masih menjadi bahan negosiasi.
Dalam wawancara telepon dengan ABC News, Trump mengatakan kesepakatan tersebut kemungkinan dapat diselesaikan pekan depan.
"Saya pikir Anda berbicara tentang pekan depan," kata Trump saat ditanya mengenai waktu penyelesaian dokumen tersebut pada 2 Juni 2026, dikutip SenayanPost.com dari TASS News Agency.
Meski optimistis, Trump mengaku belum memberikan persetujuan akhir terhadap rancangan yang ada karena masih ingin memasukkan beberapa poin tambahan ke dalam memorandum tersebut.
Baca Juga: Laporan: Iran Hentikan Pembicaraan dengan AS, Ancam Bakal Tutup Selat Bab Al Mandab
"Saya masih perlu mendapatkan beberapa poin lagi untuk dimasukkan," ujarnya.
Pernyataan itu muncul di tengah ketidakpastian proses diplomatik antara kedua negara setelah muncul laporan bahwa Iran menghentikan komunikasi dengan Amerika Serikat sebagai respons atas eskalasi militer Israel di Lebanon.
Trump Siap Pertahankan Blokade
Di sisi lain, Trump menegaskan dirinya tidak keberatan apabila Iran memutuskan menghentikan proses perundingan.
Jurnalis NBC News Garrett Haake melalui akun X melaporkan bahwa Trump menyatakan siap mempertahankan blokade maritim terhadap Iran selama diperlukan.
Baca Juga: Pesawat Tempur AS Tembak Rudal ke Kapal Kargo Tujuan Iran
"Jika benar mereka menghentikan pembicaraan, tidak apa-apa," kata Trump seperti dikutip Haake.
Artikel Terkait
Gedung Putih Klaim AS dan Iran Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata 60 Hari
Teheran Sebut Memorandum AS dan Iran Belum Final
Trump Perketat Syarat Damai, Ancam Serang Iran Secara Militer
Pesawat Tempur AS Tembak Rudal ke Kapal Kargo Tujuan Iran
Laporan: Iran Hentikan Pembicaraan dengan AS, Ancam Bakal Tutup Selat Bab Al Mandab