Donald Trump Akui Netanyahu Jadi Penghambat Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza, Bukan Hamas

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 24 Oktober 2025 | 21:02 WIB
Presiden AS Donald Trump akui PM Israel Benjamin Netanyahu jadi penghambat terbesar kesepakatan gencatan senjata di Gaza, bukan Hamas. (X.com/@IsraeliPM)
Presiden AS Donald Trump akui PM Israel Benjamin Netanyahu jadi penghambat terbesar kesepakatan gencatan senjata di Gaza, bukan Hamas. (X.com/@IsraeliPM)

SENAYANPOST - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengunjungi Israel dan Mesir awal bulan ini untuk merayakan gencatan senjata di Gaza.

Dalam wawancara dengan Time, Trump terus menekankan perannya dalam menyegel kesepakatan.

Presiden AS menggambarkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai hambatan terbesar bagi sebuah kesepakatan, dan bukan Hamas.

"Dia (Netanyahu) akan terus melanjutkannya," kata Trump kepada TIME pada 23 Oktober 2025, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.

Baca Juga: Israel Penjajah Langgar Gencatan Senjata, Kembali Bombardir Jalur Gaza

"Itu bisa saja berlangsung selama bertahun-tahun. Itu akan berlangsung selama bertahun-tahun. Tapi saya menghentikannya, dan semua orang bersatu ketika saya menghentikannya," tambahnya.

Trump juga mengatakan bahwa keputusannya untuk mengebom fasilitas nuklir Iran pada bulan Juni, bergabung dengan Israel dalam serangan mendadaknya terhadap Republik Islam tersebut, mengkatalisasi kesepakatannya di Gaza.

"Tidak mungkin membuat kesepakatan seperti ini sebelumnya," kata Trump.

"Tidak ada presiden yang bersedia melakukannya, dan saya bersedia melakukannya. Dan dengan melakukannya, kita memiliki Timur Tengah yang berbeda," imbuhnya.

Baca Juga: Israel Penjajah Tuding Hamas Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata, Netanyahu Bersikeras Tutup Perbatasan Rafah

Gencatan senjata di Gaza bahkan belum genap satu bulan, tetapi Trump telah mengirim banyak ajudan dan letnan ke Israel untuk memastikan stabilitasnya.

Utusan Trump, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner, telah mengunjungi Israel awal pekan ini.

Untuk pertama kalinya dalam pemerintahan Trump, Wakil Presiden AS JD Vance tampaknya mengambil peran yang lebih terbuka dalam hal ini, dengan mengunjungi Israel pada hari Rabu dan Kamis.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga tiba pada hari Kamis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X