Produk Turki Banjiri Pasar Suriah hingga Barang Lokal Sulit Bersaing, Nilai Impor Capai Rp19,77 Triliun dalam 7 Bulan

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 10 September 2025 | 15:57 WIB
Dalam tujuh bulan terakhir, produk Turki terus membanjiri Suriah hingga barang lokal sulit bersaing. (Unsplash.com/Mahmoud Sulaiman)
Dalam tujuh bulan terakhir, produk Turki terus membanjiri Suriah hingga barang lokal sulit bersaing. (Unsplash.com/Mahmoud Sulaiman)

SENAYANPOST - Pasar Suriah baru-baru ini dibanjiri produk-produk Turki, terutama sejak jatuhnya rezim Bashar Al Assad dan penerapan kebijakan pasar bebas oleh pemerintahan baru.

Hal ini telah membatasi jangkauan dan daya saing produk-produk buatan Suriah, mengingat harga barang-barang Turki yang lebih rendah dan membuatnya lebih sulit bersaing.

Impor Turki ke Suriah mencakup peralatan industri yang tidak diproduksi secara lokal dalam jumlah yang memadai atau dengan kualitas yang kompetitif, serta produk-produk pertanian dan kesehatan yang penting untuk menjamin ketahanan pangan dan kesehatan.

Baca Juga: Amnesti Internasional: Pasukan Pemerintah Suriah dan Afiliasinya Eksekusi Mati Puluhan Warga Druze di Suwayda

Para ahli memperingatkan bahwa mengandalkan impor sepenuhnya dan membuka pasar untuk barang-barang Turki tanpa langkah-langkah perlindungan mengancam usaha kecil tanpa dukungan pemerintah yang memadai, sekaligus berdampak negatif pada neraca perdagangan kedua negara.

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Enab Baladi pada 27 Agustus 2025, Mustafa Gultepe, ketua Majelis Eksportir Turki, mengatakan bahwa badan tersebut memperkirakan volume perdagangan antara Suriah dan Turki akan melebihi 3 miliar dolar AS dalam waktu dekat.

Jalal Kadooglu, ketua Komite Suriah di Majelis Eksportir Turki, mengonfirmasi bahwa ekspor Turki ke Suriah telah meningkat sebesar 49,3 persen, melampaui 1,2 miliar dolar AS atau setara Rp19,77 triliun dalam tujuh bulan pertama tahun ini.

Ia menambahkan, dalam pernyataan yang dimuat oleh Kantor Berita Anadolu Turki pada 14 Agustus, bahwa ekspor diperkirakan akan melampaui 2 miliar dolar AS pada akhir tahun, mengingat tingkat permintaan saat ini.

Baca Juga: Utusan AS Tom Barrack Tegaskan Suriah Tak Akan Tandatangani Perjanjian Abraham, Ini Alasannya

Transformasi struktural

Para ekonom memandang lonjakan ekspor Turki sebagai sesuatu yang berlebihan, menggambarkannya sebagai ancaman nyata bagi produsen Suriah dan neraca perdagangan Suriah.

Ekonom dan pakar perbankan Dr. Ibrahim Qushji mengatakan kepada Enab Baladi bahwa peningkatan ekspor Turki ke Suriah tidak hanya mencerminkan pertukaran perdagangan tetapi juga pergeseran struktural dalam ekonomi Suriah.

Ia menjelaskan bahwa ekonomi telah menjadi sangat bergantung pada impor untuk mengamankan kebutuhan produksi, mulai dari bahan baku dan peralatan industri hingga suku cadang dan perangkat lunak.

Baca Juga: Menlu Suriah Asaad Al Shaibani Temui Delegasi Israel di Paris, Fokus Bahas Tiga Hal Penting Ini

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Enab Baladi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X