Kisah Situasi Tegang saat Alarm Tsunami Berbunyi di Hokkaido, Pekerja-Turis Berdesakkan Naik ke Gedung 5 Lantai

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Rabu, 30 Juli 2025 | 22:29 WIB
Potret gelombang Tsunami di perairan Hokkaido Jepang (Ist)
Potret gelombang Tsunami di perairan Hokkaido Jepang (Ist)

SENAYANPOST - Linimasa media sosial (medsos) tengah ramai membahas ihwal peristiwa tsunami yang menerjang Hokkaido, Jepang, imbas gempa magnitudo 8,7 SR mengguncang lepas pantai semenanjung Kamchatka, Rusia, pada Rabu, 30 Juli 2025, sekitar pukul 06.24 WIB.

Pagi itu, menjadi hari yang tak akan dilupakan oleh Minori Yoshida, seorang pegawai bank di Kota Kushiro, Hokkaido.

Dalam hitungan menit, sirene peringatan di kotanya berbunyi, dan telepon genggam Yoshida berdering dengan notifikasi darurat.

"Peringatan tsunami, segera evakuasi ke dataran tinggi," begitu bunyinya sebagaimana digambarkan media lokal Jepang, Japan Times, pada Rabu, 30 Juli 2025.

Jepang memang terbiasa dengan prosedur bencana, tetapi momen itu tetap menegangkan. Saat itu, Yoshida mengaku hanya punya waktu sekitar 20 menit sebelum gelombang diperkirakan tiba.

Yoshida dan rekan kerjanya langsung menuju gedung manajemen bencana yang memiliki lima lantai.

"Kami semua bergerak cepat sesuai instruksi kantor," ujarnya kepada media lokal Jepang itu.

Saat tiba di lantai lima gedung tersebut, Yoshida melihat sekitar 50 orang sudah lebih dulu berkumpul.

Mereka berasal dari berbagai latar belakang, yakni pekerja kantor, warga sekitar, bahkan turis yang kebetulan berada di kawasan pesisir. Dalam 30 menit, jumlahnya membengkak menjadi sekitar 100 orang.

Meski ancaman tsunami masih membayangi, suasana di dalam penampungan terbilang tenang. Pemerintah lokal menyediakan air minum kemasan, toilet berfungsi dengan baik, dan beberapa warga bahkan sempat mengobrol santai untuk menenangkan diri.

"Kami mencoba tetap tenang walau ada rasa takut," ungkap Yoshida.

Menurut Yoshida, rumahnya tidak berada di area dataran tinggi. Itu berarti, jika ia sedang berada di rumah saat alarm berbunyi, maka ia pasti harus lari ke tempat yang lebih aman.

"Saya bersyukur tempat evakuasi ini dekat. Kalau tidak, saya akan sangat panik," ujarnya dengan nada lega.

Sebelumnya diketahui, gelombang tsunami yang tercatat memang tidak terlalu besar, berkisar antara 20 hingga 50 sentimeter. Kendati demikian, Badan Meteorologi Jepang (JMA) tetap mengeluarkan peringatan serius.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X