SENAYANPOST - Bulan Sabit Merah Palestina akhirnya umumkan 14 jenazah yang ditemukan setelah dinyatakan hilang.
14 jenazah yang termasuk paramedis dan pertahanan sipil yang hilang tersebut diduga kuat dieksekusi oleh Israel penjajah saat dikepung di daerah Tal Al Sultan, Rafah.
Tim penyelamat dari OCHA, Palang Merah, dan Pertahanan Sipil berhasil mencapai daerah tersebut pada hari Minggu untuk mencari awak kapal, yang telah hilang selama delapan hari.
Jenazah delapan paramedis Bulan Sabit Merah Palestina, lima awak Pertahanan Sipil, dan seorang staf PBB berhasil ditemukan, kata Bulan Sabit Merah Palestina dalam siaran persnya.
Tim penyelamat terus mencari jenazah lainnya di daerah tersebut, pernyataan tersebut menambahkan.
Tiga responden pertama Bulan Sabit Merah Palestina dan satu paramedis Pertahanan Sipil masih hilang.
"Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina sangat terpukul hari ini atas tewasnya delapan orang paramedisnya di Rafah, yang menjadi sasaran tentara Israel saat menjalankan tugas kemanusiaan mereka sebagai tanggapan atas seruan untuk membantu yang terluka dan cedera menyusul serangan Israel di wilayah Hashashin, Rafah, Jalur Gaza," kata Bulan Sabit Merah Palestina dalam sebuah pernyataan pada 31 Maret 2025, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.
"Paramedis kesembilan masih hilang dan diyakini telah ditahan," lanjutnya.
Para anggota kru hilang pada tanggal 23 Maret setelah dimobilisasi ke Tal Al Sultan untuk membantu warga Palestina yang terluka akibat pemboman dan serangan darat Israel, mereka yang berhasil lolos dari serangan tersebut melaporkan eksekusi banyak warga Palestina oleh pasukan Israel.
Pada tanggal 29 Maret, militer Israel mengakui telah menyerang ambulans dan truk pemadam kebakaran di lingkungan Tal Al Sultan, Rafah, di Jalur Gaza selatan.
Para pejabat mengklaim pasukan tersebut awalnya melepaskan tembakan 'ke arah kendaraan Hamas'.
"Beberapa menit kemudian, kendaraan tambahan bergerak maju dengan mencurigakan ke arah pasukan... Pasukan merespons dengan menembaki kendaraan mencurigakan tersebut, dan menewaskan sejumlah teroris Hamas dan Jihad Islam," demikian bunyi pernyataan militer.
Artikel Terkait
Laporan: Daripada Turki, Israel Lobi AS Supaya Rusia Bertahan di Suriah yang 'Lemah' dan 'Terpecah'
Abu Ubaidah Juru Bicara Sayap Militer Hamas Sebut Israel Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza
Hamas Setujui Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza Tahap Dua, Tunggu Respons Israel Penjajah
Kedubes Iran di Jakarta Sambut Hari Internasional Al Quds; Serukan Tingkatkan Tekanan Politik dan Ekonomi atas Israel
Iranian Embassy in Jakarta Welcomes International Al Quds Day; Calls for Increasing Political and Economic Pressure on Israel