Warga Druze Suriah Turun ke Jalan Suwayda, Protes Pendudukan Israel dan Turki

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 28 Februari 2025 | 12:44 WIB
Belum lama ini warga Druze di Suriah protes ke Jalan Suwayda mengecam pendudukan Israel dan Turki dalam sebuah demonstrasi. (X.com/@SprinterObserve)
Belum lama ini warga Druze di Suriah protes ke Jalan Suwayda mengecam pendudukan Israel dan Turki dalam sebuah demonstrasi. (X.com/@SprinterObserve)

SENAYANPOST - Ratusan warga Druze di Suriah turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi memprotes pendudukan Israel dan Turki.

Warga menolak intervensi asing atau upaya memecah belah negara setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan kontroversial.

Sebelumnya, Netanyahu menuntut demiliterisasi Suriah selatan pada 25 Februari 2025.

Tidak hanya itu, warga juga menolak intervensi Turki yang diketahui menjadi pendukung Hayat Tahrir Al Sham (HTS).

Baca Juga: Warga Palestina Dibebaskan Israel Penjajah, Tunjukkan Tanda-tanda Penyiksaan dan Kelaparan

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari The Cradle pada 25 Februari 2025, para pengunjuk rasa di kota yang mayoritas penduduknya adalah Druze menekankan pentingnya persatuan untuk menghadapi upaya asing yang bertujuan menduduki wilayah Suriah, terutama pendudukan Turki dan Israel.

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan, "Dari Suwayda ke Qamishlo, dan dari Deraa ke Idlib ... Suriah adalah milik warga Suriah, dan bukan milik aliansi atau mandat mana pun".

Mereka menekankan bahwa komunitas Sunni, Kristen, Druze, dan Kurdi di Suriah disatukan oleh satu sejarah dan identitas yang tak terpisahkan yang diwakili oleh kewarganegaraan berdasarkan geografi negara.

Para peserta menyampaikan kritik tajam kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Netanyahu, yang pasukannya menduduki wilayah Suriah, dengan mengatakan bahwa mereka 'bukan pelindung warga Suriah'.

Baca Juga: Hamas Bebaskan 6 Tawanan, Israel Penjajah Justru Lakukan Hal Ini

Para pengunjuk rasa meminta pemerintah di Damaskus untuk memikul tanggung jawabnya dalam menanggapi intervensi kedua belah pihak dan untuk menyatakan sikap yang jelas dan tegas.

Slogan "Al-Suwayda adalah garis merah" dikibarkan sebagai simbol penolakan terhadap serangan atau intervensi apa pun, sementara para pengunjuk rasa menekankan bahwa "legitimasi tidak diwakili oleh kekuatan asing".

Perdana Menteri Israel menuntut pada hari Minggu agar "Suriah selatan didemiliterisasi sepenuhnya" dalam pidato yang disampaikan kepada sejumlah perwira baru di Holon, selatan Tel Aviv.

"Kami tidak akan mengizinkan pasukan organisasi Hayat Tahrir al-Sham atau Tentara Suriah Baru memasuki wilayah selatan Damaskus," katanya Netanyahu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: The Cradle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X