Institut Federal Jerman untuk Penilaian Risiko (BfR) menjelaskan bahwa natrium dan kalium klorat dulunya digunakan sebagai herbisida, tetapi penggunaannya dalam produk perlindungan tanaman dan biosida kini dilarang di Uni Eropa.
Para ahli menyebutkan bahwa klorat dapat muncul, sebagai produk sampingan dari penggunaan zat berbasis klorin dalam proses pembersihan atau desinfeksi.
Jalur utama masuknya klorat ke dalam makanan, adalah melalui proses pengolahan air yang sebelumnya telah diberi produk biosida berbasis klorin.
Sejumlah makanan yang sering ditemukan mengandung klorat antara lain Sayuran beku, Jus buah, Selada dan Rempah-rempah.
Baca Juga: 3 Minuman Ampuh Turunkan Kolesterol Tinggi, Cocok Diminum Pasca Santap Daging Kambing
EFSA menekankan bahwa konsumsi klorat secara berulang dapat menimbulkan kekhawatiran kesehatan, terutama pada kelompok anak-anak yang mengalami defisiensi yodium.
Oleh karena itu, regulasi mengenai kadar klorat dalam makanan dan minuman terus diawasi untuk mengurangi risiko kesehatan di masyarakat.
Sementara itu, selain negara-negara yang disebutkan di atas tidak ada penarikan produk Coca-Cola, termasuk di Indonesia.***
Artikel Terkait
Memeriahkan Bulan Ramadhan, Ini Keunggulan Realme 10 Pro 5G Coca Cola Edition yang Sebentar lagi Dirilis
3 Minuman Ampuh Turunkan Kolesterol Tinggi, Cocok Diminum Pasca Santap Daging Kambing
Racikan Minuman untuk Turunkan Kolesterol, Jangan Lupa Teguk Pasca Nyate!
Resep Minuman Anti Kolesterol dari Alpukat dan Bayam, Siap Santap Daging Kambing Idul Adha Sesukamu!
Resep Minuman Penurun Darah Tinggi dan Kolesterol, Bahannya Gampang Dicari!
Resep Minuman Pereda Nyeri Haid, Bisa Bikin di Rumah dan Gampang!