SENAYANPOST - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa sektor kesehatan Gaza berada di bawah ancaman yang terus meningkat.
Terakhir, Israel penjajah melakukan serangan ke RS Kamal Adwan di Gaza Utara dan menangkap direkturnya, Dr Hussam Abu Safiya.
Lebih lanjut, Tedros mengatakan bahwa rumah sakit di Jalur Gaza seperti medan perang.
RS Kamal Adwan itu diserbu oleh pasukan Israel pada hari Jumat, setelah hampir tiga bulan blokade yang menyesakkan dan serangan udara terus-menerus terhadap departemennya dan daerah di sekitarnya.
Baca Juga: WHO Kutuk Keras Agresi Israel Penjajah ke RS Kamal Adwan di Gaza Utara: Kengerian Ini Harus Berakhir
Semua staf medis, pasien, dan kerabat mereka yang tersisa dibawa keluar dari rumah sakit dengan todongan senjata, dipaksa untuk menanggalkan pakaian hingga hanya mengenakan pakaian dalam dan dipindahkan ke lokasi yang tidak diketahui.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan puluhan dokter dibawa ke pusat penahanan untuk diinterogasi, termasuk direktur rumah sakit, Dr Hussam Abu Safiya.
Ghebreyesus menyerukan 'pembebasan segera' Safiya, yang dipukuli dengan kejam oleh pasukan Israel sebelum ditangkap, kata Munir Al Bursh, direktur jenderal kementerian kesehatan Palestina di Gaza.
Kelompok hak asasi internasional Amnesty International telah menyerukan pembebasan Safiya, mendesak Israel untuk 'segera membebaskan semua warga Palestina yang ditahan secara sewenang-wenang, termasuk petugas kesehatan'.
Baca Juga: Tentara Israel Terbunuh di Jalur Gaza Gegara Coba Maling Layar Plasma
"Rumah sakit dan petugas kesehatan bukanlah target. Komunitas internasional, terutama sekutu Israel, harus bertindak untuk mengakhiri genosida Israel terhadap warga Palestina di Gaza #EndGazaGenocide," kata Amnesty dalam sebuah posting di X sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye pada 30 Desember 2024.
Selama tiga bulan terakhir, Safiya, seorang dokter anak, telah menerbitkan puluhan video dan mengirimkan permohonan kepada komunitas internasional untuk bertindak melawan serangan Israel di RS Kamal Adwan.
Ia berulang kali memperingatkan bahwa nyawa pasien dan staf medis berada dalam bahaya di tengah pemboman Israel yang terus-menerus dan pengepungan yang mencegah masuknya bantuan dan makanan.
"Alih-alih menerima bantuan, kami menerima tank... yang menembaki gedung (rumah sakit)," kata Abu Safiya dalam sebuah video dua bulan lalu.
Artikel Terkait
Menhan Israel soal Suriah: Kami Sukses Gulingkan Bashar Al Assad
Iran Kecam Pengakuan Terang-terangan Israel soal Pembunuhan Ismail Haniyeh
Tak Gentar dengan Tekanan Israel dan Barat, Angkatan Bersenjata Yaman Kembali Kirim Rudal Balistik Palestina 2 ke Tel Aviv
Tentara Israel Terbunuh di Jalur Gaza Gegara Coba Maling Layar Plasma
WHO Kutuk Keras Agresi Israel Penjajah ke RS Kamal Adwan di Gaza Utara: Kengerian Ini Harus Berakhir